Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga mampu menjadi pelaku industri dalam ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB).
Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) Kemenhub Patia J. Monangdo mengatakan pemerintah telah menyiapkan roadmap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mendorong keterlibatan industri dalam negeri dalam ekosistem kendaraan listrik.
"Target jangka panjang kami dari pemerintah, ingin Indonesia ini tidak hanya sebagai pasar saja, tapi sebagai pelaku industri," ujar Patia dalam acara EVolution Forum yang diadakan CNN Indonesia, Rabu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan penerapan TKDN akan dilakukan secara bertahap hingga 2030. Berdasarkan roadmap yang disiapkan pemerintah, target TKDN kendaraan listrik ditetapkan sebesar 40 persen pada 2026.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target tersebut kemudian meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027-2029, kemudian mencapai 80 persen pada 2030.
"Untuk TKDN ini kan memang sudah ada roadmap-nya ya. Roadmap di tahun 2026 saat ini 40 persen, 2027 sampai 2029 nanti 60 persen, dan 2030 ini nanti akan menjadi 80 persen," kata Patia.
Lebih lanjut, salah satu poin harapan Patia adalah semakin banyak pengguna baterai nikel ke depannya, mengingat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil nikel terbesar.
"Dengan penggunaan baterai nikel, ini nanti akan memicu juga adanya investasi yang masuk, dari mulai dari pengolahan nikel, kemudian ke pengolahan anoda-katodanya, kemudian sampai dengan baterai bahkan nanti di-recycle-nya. Tentunya kita berharap, kami berharap semua rantai ini semua lengkap ada di Indonesia, ya," lanjut Patia.
Lihat Juga :![]() Evolution Forum Pasar EV Terus Tumbuh di Indonesia, Tahun Ini Tembus 16% |
Dengan adanya seluruh proses rantai pasok di Indonesia, Patia mendorong adanya pendampingan kepada industri komponen melalui perolehan sertifikasi, pelatihan, hingga standar kompetensi. Ini dilakukan agar mereka dapat memiliki peran aktif dalam rantai pasok.
Ia pun sebut Indonesia mampu mengejar dan melebihi negara-negara lain, khususnya negara ASEAN, dalam industri kendaraan listrik.
"Sehingga nanti ke depannya kita bisa menjadi salah satu pelaku industri kendaraan listrik yang cukup besar di dunia," ujarnya.
(mou/pta)
