Biaya Perbaikan Mobil Listrik Tua Lebih Tinggi dari Harga Bekasnya

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 09:43 WIB
3D illustration of electric cars
Biaya baterai dan servis sistem tegangan tinggi bisa melampaui nilai mobil listrik tua, menurut Autoblog, sehingga umur pakainya berisiko memendek. (Istockphoto/3alexd)
Jakarta, CNN Indonesia --

Biaya penggantian baterai yang mahal disebut bisa membuat mobil listrik berusia tua tak lagi layak diperbaiki. Uang yang perlu dikeluarkan buat suku cadang dan jasa perbaikan sistem tegangan tinggi pada mobil listrik tua bisa melampaui nilai mobilnya yang berisiko memperpendek umur pakai kendaraan.

Autoblog pada Senin (28/9) menjelaskan hal itu mengutip wawancara petinggi Bosch dengan Automobilwoche. Kompleksitas prosedur servis modern menjadi salah satu faktor utama pembengkakan biaya, tabrakan ringan pun disebut memerlukan diagnosis luas, kalibrasi ulang sensor, dan reset perangkat lunak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika baterai mobil berusia enam sampai delapan tahun rusak hari ini, itu saat ini kebanyakan berujung total loss," kata Rupert Hoellbacher, kepala divisi Mobility Aftermarket Bosch kepada Automobilwoche.

Hoellbacher menegaskan bahwa hal yang paling menentukan adalah apakah baterai bisa diperbaiki atau diganti secara ekonomis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya apakah harapan hidup mobil akan turun signifikan jika itu bermasalah, ia menjawab tegas.

"Jika kami tidak berhasil membuat perbaikan atau penggantian baterai lebih menarik secara finansial, jawabannya jelas: ya," ujarnya.

Hoellbacher menilai hal itu juga kemunduran bagi ekonomi yang berkelanjutan, karena banyak komponen kendaraan lain dirancang berumur jauh lebih panjang.

Elektroauto News menilai kekhawatiran tersebut perlu dilihat secara proporsional. Menurut media itu, Aviloo, penyedia jasa diagnosa baterai global, yang sudah menganalisis lebih dari 500.000 baterai, median kondisi kesehatan baterai (state of health) setelah 150.000 kilometer tercatat 90,3 persen pada Tesla Model Y, 90,6 persen pada VW ID.4, dan 92,8 persen pada Hyundai Ioniq 5.

Kesehatan baterai setelah pemakaian ratusan ribu kilometer masih memungkinkan tetap bagus, meski begitu kapasitas tinggi belum menjamin baterai bebas gangguan.

Baterai bisa gagal akibat satu modul rusak, walau kasusnya relatif jarang. Karena itu kemampuan memperbaiki kerusakan secara terjangkau kemungkinan lebih menentukan daripada sisa kapasitas.

Salah satu solusi yang direkomendasi agar biaya perbaikan baterai tidak sangat membengkak untuk mobil listrik tua adalah pabrikan membuka akses perangkat lunak diagnostik, komponen modular terstandar, dan hak perbaikan tanpa batasan bagi bengkel independen dengan harga wajar.

Hoellbacher sendiri menyatakan keyakinan pribadinya pada solusi itu.

"Saya pribadi sangat percaya pada perbaikan baterai," ujarnya.

(fea)
placeholder