Setelah Thailand dan Singapura, Tesla Masuk Vietnam

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 15:02 WIB
A tesla car charges at a charging station outside a Tesla store in Beijing on April 29, 2022. (Photo by Jade Gao / AFP)
Tesla sudah memiliki jaringan dealer di Singapura, Thailand, Malaysia dan kini Vietnam. Indonesia belum kebagian. (AFP/JADE GAO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tesla mendirikan anak perusahaan di Vietnam bernama Tesla Motors Vietnam Limited Liability Company. Produsen mobil listrik terbesar asal Amerika Serikat (AS) ini sudah masuk ke tiga negara di ASEAN tetapi belum juga ke Indonesia.

Reuters memberitakan pada Rabu (16/9) berdasarkan dokumen pendaftaran bisnis yang terbit pada 11 September, perusahaan itu beroperasi di Ho Chi Minh City dengan modal awal sebesar 77,667 miliar dong atau sekitar US$3 juta (sekitar Rp53,1 miliar, kurs Rp17.702).

Pendaftaran resmi tersebut mencatat David Jon Feinstein yang berdomisili di Austin, Texas, sebagai chairman perusahaan. Sementara itu, Isabel Ching Fan menjabat sebagai direktur jenderal dan dibantu oleh Nguyen Manh Hung sebagai asisten direktur jenderal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun Tesla belum memberikan komentar resmi terkait langkah ini, anak perusahaan baru tersebut telah mengantongi izin menjalankan kegiatan penjualan grosir dan eceran mobil, suku cadang, mesin, peralatan, serta aktivitas impor, ekspor, dan distribusi terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suntikan dana sebesar US$3 juta ini difokuskan untuk mendanai operasional penjualan dan layanan purna jual, bukan untuk membangun pabrik manufaktur atau rantai pasokan lokal.

Langkah ini mempertegas strategi Tesla membuka jalur distribusi kendaraan impor dan layanan servis di Vietnam, sekaligus melengkapi jaringan dealer resminya di Asia Tenggara yang sebelumnya sudah hadir di Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Keputusan masuk ke Vietnam menempatkan Tesla di tengah persaingan pasar yang menantang. Produsen EV lokal, VinFast, saat ini mendominasi pasar domestik secara signifikan dengan mencatatkan pengiriman 115.916 unit kendaraan listrik pada semester pertama 2026.

Dominasi VinFast kian menguat pada Agustus dengan menguasai 42 persen pangsa pasar nasional melalui penjualan sebanyak 20.161 unit.

Selain menghadapi persaingan ketat dari pemain lokal, Tesla juga harus beradaptasi dengan regulasi bisnis bagi perusahaan asing di Vietnam yang terus diperketat sepanjang tahun ini.

Keseriusan ekspansi Tesla di pasar ini nantinya akan terlihat dari keberlanjutan investasi mereka dalam mendatangkan mobil impor, membangun pusat servis, serta menyediakan jaringan pengisian daya.

(hjn/fea)
placeholder