Pham Nhat Quan Anh, putra sulung taipan Vietnam Pham Nhat Vuong, resmi menjabat CEO VinFast, menambah jabatan selain chairman yang telah disandangnya sejak Mei 2026.
Vingroup, induk usaha VinFast, mengumumkan hal ini bersamaan dengan pergantian direksi di GSM, perusahaan taksi listrik milik grup, pada Sabtu (12/9).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VinFast mencatat rugi bersih US$3,9 miliar, atau sekitar Rp68,4 triliun, sepanjang 2025 (kurs Rp17.536), dengan akumulasi rugi sekitar US$9 miliar atau Rp157,8 triliun sejak melantai di bursa Nasdaq tiga tahun lalu.
Awal September ini VinFast juga mengumumkan rencana menjual dua pabrik utamanya dan mengalihkan utang sekitar US$7 miliar atau Rp122,8 triliun ke investor yang terafiliasi dengan Vingroup dan Vuong, sebagai bagian dari pergeseran ke model bisnis yang lebih ringan aset. VinFast menyebut langkah ini akan membuat perusahaan lebih fokus pada riset dan pengembangan produk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati merugi, VinFast tercatat sebagai produsen mobil terlaris di Vietnam pada 2025, dengan pengiriman EV global mencapai rekor 196.919 unit, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Namun pasar di luar Vietnam baru menyumbang sekitar 11 persen dari total pengiriman tersebut.
Perusahaan kini kian mengalihkan fokus ke pasar Asia, termasuk India, Indonesia, dan Filipina, setelah kesulitan meraih skala besar di Amerika Serikat dan pasar Barat lain. Khusus di India, VinFast berencana mengembangkan produk yang disesuaikan dengan permintaan lokal.
Anak kedua pimpin GSM
Putra kedua Vuong, Pham Nhat Minh Hoang (26), turut naik jabatan jadi CEO baru GSM (Green and Smart Mobility), operator taksi dan tumpangan listrik yang beroperasi di tujuh negara termasuk Indonesia. Penunjukan ini jadi peran eksekutif puncak pertama Minh Hoang di perusahaan besar Vingroup.
CEO GSM saat ini, Nguyen Quoc Tuan, naik jadi chairman GSM, menggantikan Pham Thu Huong, istri Vuong. GSM yang baru berusia tiga tahun ini telah jadi pembeli penting bagi VinFast, dengan rencana membeli sekitar 1 juta unit EV dan 4 juta skuter listrik hingga 2030. Perusahaan itu juga berencana ekspansi ke setidaknya tiga negara baru tahun ini sekaligus menyasar pencatatan saham internasional.
Vingroup menyebut perombakan ini sebagai bagian dari pengembangan talenta internal dan pengalihan tanggung jawab kepemimpinan ke "generasi pemimpin yang lebih muda".
Kendati begitu, Vuong (58) disebut tetap aktif terlibat di bisnis yang ia dirikan dan tetap menjabat chairman Vingroup, sementara kursi CEO Vingroup tetap dipegang Nguyen Viet Quang.
Kekayaan Vuong sendiri tercatat US$37,9 miliar atau setara Rp664,6 triliun menurut Forbes, menjadikannya orang terkaya di Asia Tenggara.
Vinhomes, unit properti Vingroup yang tetap dikelola profesional oleh Chairman Pham Thieu Hoa dan CEO Nguyen Thu Hang, membukukan laba bersih 52 triliun dong atau sekitar Rp35,1 triliun pada semester I 2026, sekitar 2,5 kali laba Vingroup dan jadi penopang utama laba grup di tengah kerugian VinFast.
Quan Anh dalam pernyataannya menegaskan komitmen untuk "menjaga nilai inti VinFast" sekaligus terus menghadirkan produk dan standar layanan terbaik bagi pelanggan di seluruh dunia.
(fea)

