Honda Pangkas Biaya Besar-besaran Demi Lawan Merek China

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 06:30 WIB
ilustrasi logo mobil honda, dealer honda
Dokumen internal menyebut Honda meminta pemasok memangkas harga komponen hingga 30 persen di tiga kategori, bagian rencana efisiensi biaya senilai US$9 miliar. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Honda menargetkan pemangkasan biaya lebih dari US$9 miliar, atau sekitar Rp158,7 triliun (kurs Rp17.638,00), dalam empat tahun ke depan. Produsen otomotif Jepang itu juga menginstruksikan pemasoknya memangkas harga secara drastis, di tengah gempuran produsen mobil listrik China yang merebut pangsa pasar global.

Dikutip Reuters, Rabu (2/9), rencana ini disebut sebagai laporan pertama soal langkah tersebut, disusun berdasarkan dokumen internal perusahaan dan wawancara dengan dua orang yang mengetahui langsung rencana itu, namun menolak disebutkan namanya karena informasi belum dipublikasikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BYD dan produsen EV China lain merebut pangsa pasar signifikan di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Eropa, didukung software serta teknologi baterai canggih, dan harga yang disebut sebagai termurah di industri.

Honda, produsen sepeda motor terbesar di dunia, tengah membenahi bisnis mobilnya yang tertekan. Honda memperkirakan kerugian terkait EV pada akhirnya lebih dari US$12 miliar, atau sekitar Rp211,7 triliun (kurs Rp17.638,00), salah satu pukulan terbesar di antara produsen mobil global. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan kini mengalihkan fokus ke mobil hybrid bensin-listrik, setelah Mei lalu mencatat rugi tahunan pertama sebagai perusahaan publik.

Target penghematan 2030

Honda menargetkan penghematan 1,5 triliun yen, atau sekitar Rp169,2 triliun (kurs Rp112,82), pada 2030. Juru bicara Honda, dalam jawaban tertulis, menolak mengonfirmasi target spesifik atau detail diskusi dengan pemasok, namun menyebut perusahaan bekerja sama dengan pemasok secara global untuk menekan biaya lewat komponen standar.

Pada musim semi tahun ini, manajemen Honda bertemu pemasok utama di sebuah pusat konvensi di Utsunomiya, kota di utara Tokyo dekat fasilitas riset dan pengembangan Honda. Honda menargetkan pemangkasan biaya 30 persen di tiga kategori komponen utama, yaitu komponen pres dan tempa, komponen elektrikal, dan komponen software-defined vehicle (SDV).

Pemasok tingkat pertama diminta meninjau ulang cara pengadaan material dan didorong memakai komponen standar dari pemasok tingkat kedua dan ketiga, serta memperluas penggunaan komponen buatan China.

"Target pemangkasan biaya itu sangat besar," kata salah satu sumber, menambahkan belum jelas apakah target itu bisa dicapai.

Pada Senin (31/8), Honda dan Nissan mengumumkan akan mengembangkan bersama unit kontrol elektronik standar untuk kendaraan berbasis software, dengan target meluncurkan arsitektur itu mulai tahun fiskal 2029, kolaborasi yang tetap berjalan meski pembicaraan merger kedua perusahaan berhenti tahun lalu.

CEO Honda Toshihiro Mibe memenangkan dukungan pengangkatan kembali ke dewan direksi pada Juni lalu, di tengah tekanan dari mantan eksekutif terkait kinerja perusahaan. Selain gempuran China, Honda dan produsen mobil lain juga tertekan tarif impor Presiden AS Donald Trump, kenaikan biaya tenaga kerja, dan kebutuhan investasi riset yang kian besar seiring mobil menjadi semakin canggih.

Sumber lain menuturkan, situasi Honda kini "tidak ada ruang untuk penundaan."

(fea)
placeholder