Masuk September, Apa Kabar Finalisasi Insentif Motor Listrik?

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 10:22 WIB
Finalisasi mengenai insentif motor listrik belum juga menemui titik terang memasuki September 2026.
Finalisasi mengenai insentif motor listrik belum juga menemui titik terang memasuki September 2026. Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta, CNN Indonesia --

Penerapan insentif motor listrik ditunda hingga akhirnya diputuskan bakal berlaku September 2026. Namun finalisasi mengenai subsidi motor listrik belum juga menemui titik terang memasuki bulan kesembilan tahun ini.

Rencana pemberian insentif kendaraan listrik diketahui sudah beberapa kali bergeser sepanjang 2026.

Pada awal Mei, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkap jika pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik, dengan target berjalan pada Juni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal itu mundur ke Juli. Menjelang akhir Juni, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kemungkinan implementasinya digeser lagi ke Agustus karena kebijakan masih dikaji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berhenti sampai di situ, Purbaya menyebut akan menyambangi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk membahas kelanjutan program.

"Dia (Menperin) belum bicara sama saya. Nanti saya datangi dia deh besok. Harusnya sih September sudah jalan itu (insentif)," ujar Purbaya belum lama ini.

Tak hanya waktu berlaku yang molor. Skema subsidi untuk sepeda motor listrik yang semula Rp5 juta per unit juga berubah menjadi Rp3 juta per unit.

Kata Purbaya pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk program itu yang bakal melibatkan 1 juta motor listrik produksi di dalam negeri.

"Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp3 juta. (Anggarannya) Rp3 triliun," ujar Purbaya.

Purbaya memperkirakan anggaran belum akan terserap seluruhnya pada tahun ini. Alasannya, kapasitas produksi motor listrik nasional dinilai belum mampu mengejar target 1 juta unit.

"Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun," katanya.

Airlangga belum lama ini menyebut subsidi motor listrik hanya tinggal menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbit. Ia juga optimistis subsidi berlaku bulan ini.

"Insentif motor listrik, kita tunggu saja PMK-nya," kata Airlangga.

Airlangga meyakini PMK tersebut hanya tinggal menunggu waktu, sebab kini tengah digodok oleh Kementerian Keuangan.

(ryh/mik)
placeholder