Recall Mobil Terbesar Sepanjang Sejarah China, Libatkan 4,3 Juta EV

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 17:29 WIB
Tesla Model Y.
Sembilan pabrikan me-recall sekitar 4,3 juta mobil di China. Tesla terbanyak dengan 2,98 juta unit Model 3, Model Y, Model S, dan Model X mulai 25 September. (Tesla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sembilan pabrikan otomotif menarik total sekitar 4,3 juta kendaraan di China karena pintu dinilai berpotensi sulit dibuka saat kondisi darurat. Reuters menyebut aksi ini sebagai recall otomotif terbesar yang pernah terjadi di negara tersebut.

Tesla menjadi penyumbang terbesar dengan 2,98 juta unit Model 3, Model Y, Model S, dan Model X, mencakup unit impor maupun rakitan China. Penarikan berlaku mulai 25 September.

Xiaomi menyusul dengan sekitar 390 ribu unit, lalu Leapmotor 371 ribu unit dan Xpeng 264 ribu unit. Empat merek itu saja sudah menyentuh 4,005 juta unit, menyisakan sekitar 295 ribu unit yang terbagi ke Geely Holding dan empat pabrikan lain yang tidak disebutkan namanya dalam laporan Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayoritas recall menyasar gagang pelepas pintu darurat mekanis di dalam kabin. Regulator menilai perangkat itu berpotensi sulit ditemukan atau dioperasikan dalam situasi darurat misalnya usai mengalami kecelakaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tesla menyampaikan kepada State Administration for Market Regulation (SAMR) bahwa gagang tersebut bisa sulit diidentifikasi usai benturan keras yang disertai kegagalan sistem kelistrikan, sehingga berpotensi menghambat penumpang keluar maupun akses tim penyelamat.

Label dan software

Seluruh pabrikan memasang label peringatan untuk menandai posisi gagang pelepas pintu darurat mekanis. Sebagian besar juga melakukan pembaruan perangkat lunak jarak jauh alias over-the-air.

Solusi Tesla mencakup label peringatan plus pembaruan yang otomatis menurunkan kaca jendela setelah tabrakan. Leapmotor menyatakan lingkup penanganannya lebih terbatas, yakni label peringatan dan peningkatan perangkat lunak kontrol power window.

Meski begitu perusahaan tetap "mengelola dan mendaftarkannya sesuai proses recall atas dasar rasa tanggung jawab kepada pengguna kami," kata Leapmotor, dikutip Reuters, Jumat (21/8).

Geely dan Xpeng menolak berkomentar. Xiaomi menyebut tidak punya informasi tambahan di luar pemberitahuan regulator, sedangkan Tesla belum menjawab permintaan komentar.

Cacat ini jadi sorotan setelah sejumlah kasus penumpang terjebak di dalam kendaraan yang terbakar. Media pemerintah China melaporkan pada Oktober ada pengemudi sedan Xiaomi SU7 tewas usai tabrakan dan kebakaran lantaran orang di sekitar lokasi tidak bisa membuka pintu untuk menariknya keluar.

Belum ada di AS

China sepanjang tahun ini memperketat pengawasan industri kendaraan listrik dan menerapkan syarat keselamatan yang lebih ketat di tengah perang harga antarpabrikan.

China juga menyatakan bakal melarang gagang pintu tersembunyi mulai 2027. Reuters menyebut China sebagai yang pertama menghapus desain populer dari Tesla yang kemudian diadopsi luas produsen mobil listrik lokal.

Gagang pintu yang dibuka lewat key fob, ponsel, atau panel sentuh turut disorot regulator Amerika Serikat. Bulan lalu National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyatakan bakal mempertimbangkan standar keselamatan baru terkait risiko penumpang terperangkap ketika daya listrik mati.

NHTSA menyebut sampai Jumat malam belum ada pabrikan yang memberi tahu rencana recall serupa untuk pasar Amerika Serikat.

Wakil Presiden firma riset AutoForecast Solutions Sam Fiorani menilai ongkos penanganan kali ini kemungkinan terbatas.

"Pembaruan over-the-air modern memangkas biaya dan waktu henti yang menyertai recall besar, dan bahkan pekerjaan fisik yang perlu dilakukan tidak akan terlalu mahal dibandingkan recall besar di masa lalu," ucapnya.

(fea)
placeholder