Xpeng Recall X9 Masalah Suspensi Udara, Indonesia Masih Evaluasi
Produsen otomotif Xpeng kini tengah menghadapi sorotan terkait penarikan kembali (recall) global untuk model MPV listrik Xpeng X9. Program ini dilakukan menyusul ditemukannya potensi kendala pada pegas udara (air springs) bagian depan yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Secara global, langkah ini dipicu oleh kebijakan recall yang pertama kali diterapkan di China. Berdasarkan dokumen resmi bernomor S2026M0082V yang diajukan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR), penarikan tersebut mencakup 33.473 unit X9 yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unit yang terdampak diketahui memiliki tingkat kekedapan udara pada pegas depan yang berkurang, sehingga memicu risiko kebocoran udara secara bertahap, terutama jika sering digunakan dalam kondisi cuaca panas dan lembap.
Mengikuti langkah tersebut, Bermaz Xpeng di Malaysia pun resmi mengumumkan kampanye recall serupa. Di sana, unit yang dipastikan terdampak akan mendapatkan penggantian total pada komponen perakitan suspensi udara bagian depan secara gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bentuk komitmen layanan, sistem suspensi yang baru dipasang akan mendapatkan jaminan garansi tambahan hingga delapan tahun atau 160.000 km, dan bersifat dapat dipindahtangankan kepada pemilik berikutnya, mengutip dari Paultan, Kamis (20/8).
Sebelumnya, Xpeng juga pernah menarik model P7+ di China sebanyak 47.490 unit pada September tahun lalu akibat masalah pada motor power steering, yang tercatat sebagai penarikan besar pertama bagi produsen tersebut
Namun, berbanding terbalik dengan langkah tegas yang diambil di China dan Malaysia, Xpeng Indonesia hingga saat ini belum memberikan kepastian mengenai program penarikan serupa.
Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, menyatakan bahwa pihak perusahaan saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan apakah unit X9 yang dipasarkan di Tanah Air terdampak oleh faktor produksi yang sama.
"Keselamatan pelanggan selalu menjadi prioritas utama kami. Saat ini, kami tengah melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat kendaraan yang dipasarkan di Indonesia yang terdampak. Kami akan menyampaikan langkah tindak lanjut yang diperlukan setelah proses verifikasi tersebut selesai," ujar Hari dalam keterangannya, Kamis (20/8).
Meskipun belum ada instruksi recall, Hari memastikan bahwa pelanggan X9 di Indonesia tetap dapat menggunakan kendaraannya seperti biasa. Namun, ia mengimbau konsumen segera menghubungi dealer resmi apabila menemukan indikasi gangguan, termasuk gejala yang tidak biasa pada sistem suspensi.
Sebagai informasi, posisi unit X9 di Indonesia cukup unik karena telah dirakit secara lokal (completely knocked down/CKD) melalui kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat, berbeda dengan unit di Malaysia yang merupakan unit impor utuh.
(hjn/fea)
