EDUKASI DAN FITUR

Ketahui Kedaluwarsa Ban Kendaraan Beserta Ciri-cirinya

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 17:08 WIB
Ban yang telah melampaui batas usianya menyimpan potensi bahaya tersembunyi yang dapat mengancam keselamatan berlalu lintas.
Ban yang telah melampaui batas usianya menyimpan potensi bahaya tersembunyi yang dapat mengancam keselamatan berlalu lintas. CNN Indonesia/ Iqbhal
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagai penopang utama laju kendaraan, ban yang telah melampaui batas usianya menyimpan potensi bahaya tersembunyi yang dapat mengancam keselamatan berlalu lintas.

Penurunan kualitas karet ban ini sering kali tidak tampak secara kasat mata, meski risikonya bisa berakibat fatal jika diabaikan begitu saja.

Secara umum, ban kendaraan dirancang memiliki masa kedaluwarsa berkisar antara 5 hingga 6 tahun terhitung sejak tanggal pembuatannya di pabrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, durasi tersebut tidaklah pasti karena dapat berubah lebih cepat akibat sejumlah faktor eksternal, seperti intensitas paparan sinar matahari, pola penggunaan, hingga tingkat perawatannya.

Saat batas waktu tersebut terlampaui, struktur internal ban perlahan-lahan akan kehilangan kekuatannya, sekalipun tampilan fisiknya sekilas tampak masih mulus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlu dicatat pula bahwa ban yang jarang dipakai atau disimpan dalam waktu lama tetap rentan mengalami penuaan material akibat reaksi oksidasi. Oleh sebab itu, jangan hanya mengandalkan kondisi fisik luar, melainkan pahami betul umur ideal ban demi mencegah potensi kecelakaan.

Cara mudah mengecek kedaluwarsa ban

Mengetahui kelayakan pakai ban bukanlah hal yang sulit. Berikut adalah beberapa metode pengecekan mandiri yang bisa Anda terapkan:

- Cek tanggal produksi

Setiap ban dibekali kode Department of Transportation (DOT) pada bagian dindingnya yang terdiri dari empat digit angka. Dua digit pertama menunjukkan minggu pembuatan, sementara dua digit terakhir menunjukkan tahun produksinya. Contohnya, kode 1523 mengindikasikan ban dibuat pada minggu ke-15 tahun 2023. Apabila usia ban terdeteksi lebih dari enam tahun, sebaiknya segera lakukan penggantian.

- Cermati tampilan fisik ban

Periksa dengan teliti area permukaan dan dinding ban dari potensi munculnya retakan-retakan kecil hingga besar. Keretakan semacam ini biasanya sulit terdeteksi pada pandangan sekilas, padahal ini merupakan sinyal awal bahwa karet ban mulai rapuh.

- Rasakan performa berkendara

Ban yang sudah berumur tua biasanya berdampak langsung pada kestabilan mobil. Pengemudi umumnya akan merasakan getaran tidak biasa pada setir atau laju ban terasa lebih keras saat melewati permukaan jalan. Gejala ini timbul akibat hilangnya elastisitas kompon, sehingga cengkeraman ban ke aspal berkurang drastis.

Ciri-ciri fisik ban yang telah kedaluwarsa

Berikut adalah beberapa tanda fisik yang menunjukkan bahwa ban kendaraan Anda sudah mendesak untuk segera diganti:

1. Timbul retakan di permukaan

Karet ban yang menua kehilangan kelenturannya sehingga memunculkan celah retakan pada bagian dinding maupun tread. Jika dibiarkan, retakan ini berpotensi membesar dan memicu risiko ban meletus ketika dipacu dalam kecepatan tinggi.

2. Tekstur ban mengeras

Hilangnya fleksibilitas membuat ban terasa keras saat diraba. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga membahayakan karena daya cengkram ban ke jalan menjadi sangat berkurang.

3. Warna ban Kusam

Ban baru umumnya tampil dengan warna hitam legam berkilau. Seiring berjalannya waktu dan paparan cuaca panas, warna ban tua akan berubah kusam keabu-abuan.

4. Tread ban menipis atau aus tidak rata

Selain faktor pemakaian normal, penipisan tread ban yang tidak merata menandakan bahwa masa pakai ban telah habis, yang berakibat pada sulitnya mengendalikan arah kendaraan di jalur licin.

5. Muncul bunyi asing dan getaran

Hilangnya fungsi optimal kompon ban kerap menghasilkan suara berisik serta getaran tidak wajar selama perjalanan.
Risiko Fatal Menggunakan Ban Kedaluwarsa

Mengabaikan masa pakai ban tentu mendatangkan berbagai ancaman serius bagi keselamatan, di antaranya:

- Ban pecah tiba-tiba

Struktur karet yang sangat rentan mengalami kegagalan fungsi secara mendadak saat mobil melaju kencang, terutama di jalan tol.

- Daya cengkeram (Grip) turun

Hilangnya daya cengkeram membuat ban mudah tergelincir, khususnya saat melintasi lintasan basah atau diguyur hujan.

- Boros Bahan Bakar

Kondisi ban yang tidak ideal memaksa mesin bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan, sehingga konsumsi BBM otomatis melonjak.

- Mempercepat kerusakan komponen lain

Ban yang sudah tidak layak pakai akan memberikan tekanan berlebih pada komponen velg serta sistem suspensi mobil.

Menjaga kondisi ban agar selalu prima merupakan kunci utama dalam meredam potensi kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, biasakan untuk rutin memantau tanggal produksi, mengenali tanda-tanda kerusakan, serta melakukan penggantian secara berkala.

Pastikan pula kendaraan Anda selalu mendapatkan perawatan terbaik melalui platform servis digital resmi agar kenyamanan berkendara tetap terjaga optimal mengutip keterangan Auto2000.

(hjn/mik)
placeholder