Kalkulator TCO VinFast, Mudah Hitung Biaya Kepemilikan EV

VinFast | CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 15:42 WIB
VinFast
(Foto: dok VinFast)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, memperkenalkan Kalkulator Total Cost of Ownership (TCO) untuk membantu konsumen membandingkan biaya kepemilikan jangka panjang antara kendaraan listrik dan kendaraan berbahan bakar bensin.

Selama ini, konsumen bisa dengan mudah menemukan informasi seperti tenaga mesin, kapasitas bagasi, atau tingkat keselamatan hanya dalam hitungan menit, namun jauh lebih sulit mengetahui kendaraan mana yang sebenarnya memiliki biaya kepemilikan lebih rendah setelah memperhitungkan cicilan, biaya bahan bakar atau energi, dan perawatan selama bertahun-tahun.

Hal ini yang disebut TCO, metrik yang mencakup seluruh biaya selama masa kepemilikan kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesenjangan informasi ini semakin terasa penting seiring kendaraan listrik kian diterima luas oleh masyarakat. Meski EV gencar dipromosikan karena biaya operasionalnya yang lebih rendah, konsumen sering kesulitan membayangkan seberapa besar dampaknya terhadap kondisi keuangan mereka sendiri.

Misalnya, seberapa besar penghematan yang bisa didapat setelah lima tahun pemakaian, yang jawabannya bergantung pada jarak tempuh, lama kepemilikan, hingga metode pembiayaan yang dipilih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersedia untuk pasar Asia pada tahap awal, kalkulator TCO dari VinFast ini memberi kesempatan bagi konsumen untuk melihat dampak finansial kumulatif tersebut secara lebih personal, termasuk pembiayaan dan biaya operasional selama beberapa tahun ke depan.

Pada perangkat berbasis web ini, pengguna cukup memasukkan informasi dasar seperti model kendaraan, jarak tempuh bulanan, opsi kepemilikan baterai, dan perkiraan jangka waktu kepemilikan untuk menerima proyeksi biaya yang dipersonalisasi.

Dalam hitungan detik, kalkulator TCO memperkirakan pembayaran bulanan, biaya energi bulanan, dan total biaya kepemilikan, sebelum menunjukkan berapa banyak yang dapat dihemat pemilik selama periode yang dipilih dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional yang sebanding, juga dengan kendaraan listrik merek lain.

Sebagai contoh, konsumen di Indonesia yang memilih MPV 7 dengan skema battery subscription dan menempuh jarak 2.000 km per bulan selama lima tahun, akan memperoleh estimasi total biaya kepemilikan sebesar Rp369.093.900.

Dengan asumsi serupa, kalkulator memperkirakan kendaraan berbahan bakar bensin yang sebanding akan membutuhkan biaya sebesar Rp467.000.000 untuk periode yang sama. TCO menunjukkan potensi penghematan sebesar Rp97.906.100, atau sekitar 21 persen.

Selain sebagai sarana pemasaran produk, perangkat TCO juga berfungsi sebagai alat perencanaan keuangan yang membantu rumah tangga, pengguna komuter, dan pengguna komersial dalam memperkirakan biaya transportasi sebelum melakukan pembelian.

Pendekatan itu menjadi sangat relevan di tengah perkembangan pasar kendaraan listrik, di mana teknologi hemat energi sering menghadapi tantangan adopsi karena harga pembelian awal yang lebih tinggi, meskipun menawarkan manfaat finansial jangka panjang.

Kerap kali, konsumen mungkin belum sepenuhnya menyadari bahwa seiring waktu, konsumsi energi yang lebih rendah dapat mengimbangi sebagian besar atau seluruh selisih harga awal tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyampaian informasi mengenai potensi penghematan secara lebih transparan dapat memengaruhi keputusan pembelian. Salah satu survei mencatat bahwa menunjukkan informasi tentang penghematan bahan bakar selama lima tahun kepada konsumen hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap preferensi kendaraan.

Sebaliknya, penyajian informasi terkait total biaya kepemilikan meningkatkan kemungkinan konsumen yang mempertimbangkan kendaraan berukuran kecil dan menengah untuk memilih kendaraan hibrida dan kendaraan listrik berbasis baterai, dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Baru-baru ini, Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study menemukan bahwa 52 persen konsumen Amerika Serikat yang mempertimbangkan kendaraan listrik mengaku biaya bahan bakar yang lebih rendah merupakan motivasi utama.

Sementara, 40 persen menyatakan bahwa total biaya kendaraan tetap menjadi salah satu kekhawatiran terbesar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsumen semakin mempertimbangkan aspek ekonomi selama masa kepemilikan kendaraan, bukan hanya harga pembelian awal.

Bagi produsen kendaraan, membantu konsumen memahami aspek ekonomi selama masa kepemilikan dapat menjadi sama pentingnya dengan menginformasikan jarak tempuh kendaraan atau performa.

Adapun bagi VinFast, kalkulator TCO menandakan perubahan. Alih-alih meminta konsumen mempercayai klaim biaya kepemilikan yang lebih rendah, perusahaan menyediakan sarana untuk menguji sendiri berbagai skenario.

Dengan demikian, keunggulan yang paling sering ditawarkan dalam industri kendaraan listrik dapat diubah menjadi informasi yang terukur dan personal sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

VinFast optimistis, membuat perhitungan yang lebih mudah dan transparan akan membantu perkembangan ekosistem kendaraan listrik.

(rea/rir)
placeholder