Honda NX500 Pakai E-Clutch, Moge buat yang Belum Bisa Kopling

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 07:24 WIB
Honda NX500 di GIIAS 2026.
AHM menyebut teknologi Honda E-Clutch pada moge adventure NX500 menjembatani rider pemula dan pengguna yang terbiasa memakai kopling. (Astra Honda Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Astra Honda Motor (AHM) menyematkan teknologi E-Clutch pada NX500, motor gede adventure touring terbarunya, dengan alasan membuka pintu bagi konsumen yang belum terbiasa mengoperasikan kopling.

Perusahaan menilai selama ini ada dua karakter konsumen yang sulit dipertemukan dalam satu produk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pengendara yang masih pemula, mungkin belum terbiasa dengan kopling, kemudian ada juga pengendara yang suka menggunakan kopling," kata Ade Muhajir dari Tim Technical Service AHM, di Tangerang, Selasa (4/8).

Menurut dia, teknologi lain yang selama ini tersedia belum mampu mengakomodasi keduanya sekaligus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teknologi quick shifter, itu tidak bisa menjembatani antara pemula yang mungkin belum terbiasa menggunakan kopling dengan pengguna advanced yang terbiasa menggunakan kopling," ujarnya.

Cara kerja

E-Clutch mengotomatisasi pengoperasian kopling saat motor mulai berjalan, berpindah gigi, maupun berhenti. Sistem kontrol elektronik mengatur kerja kopling sehingga pengendara tidak perlu menarik tuas seperti pada motor bertransmisi manual biasa.

Materi teknis AHM menjelaskan sistem ini bekerja lewat sensor sudut pada tuas kopling di sisi setang yang mengirim sinyal ke motor control unit (MCU). Unit tersebut menggerakkan dua motor listrik pada poros tuas kopling, lalu berkomunikasi dengan ECU pengendali mesin melalui jaringan CAN.

ECU membaca sejumlah masukan sebelum menentukan kapan kopling dilepas, mulai dari putaran mesin, sudut throttle, beban pada pedal perpindahan gigi, posisi gigi, kecepatan roda depan dan belakang, hingga putaran countershaft. Status kerja kopling ditampilkan pada panel meter.

Meski begitu, tuas kopling tetap berfungsi. Pengendara bisa menariknya kapan saja, termasuk ketika kopling sedang dikontrol secara elektronik, dan sistem otomatis kembali bekerja begitu tuas dilepas.

Perluasan pasar

Fleksibilitas itu yang menurut Ade menjadi kunci agar satu model bisa menyasar dua kelompok pembeli sekaligus.

"Nah bagaimana dalam satu produk, kami bisa memberikan suatu bridging antara pengendara pemula atau amatir yang tidak bisa menggunakan kopling dan juga dapat dikendarai pengendara yang biasa kopling, tapi di satu produk yang sama," ucapnya.

Ia menambahkan konsumen yang terbiasa memainkan kopling selama ini cenderung diarahkan ke segmen tertentu saja.

"Kalau selama ini kan yang biasa kopling pilihannya ya sport, nah bagaimana kalau teknologi itu bisa digunakan dalam satu produk, oleh dua jenis konsumen yang punya karakter berbeda," tuturnya.

Spesifikasi dan fitur

NX500 menggunakan mesin 471 cc dua silinder segaris DOHC berpendingin cairan dengan suplai bahan bakar PGM-FI dan transmisi enam percepatan. Tenaga maksimumnya 37,1 kW atau setara 50,4 PS pada 8.500 rpm, dengan torsi puncak 44,7 Nm pada 6.500 rpm.

Motor ini dibekali panel meter TFT Full Color 5 inci yang terintegrasi Honda RoadSync untuk akses navigasi, panggilan telepon, pesan singkat, dan kontrol musik dari ponsel.

Fitur keselamatannya mencakup Honda Selectable Torque Control (HSTC) serta Emergency Stop Signal (ESS) yang menyalakan lampu sein otomatis saat terjadi pengereman mendadak.

Bagian kaki-kaki memakai suspensi depan Showa 41 mm SFF-BP Upside Down dan suspensi belakang Showa Pro-Link Monoshock, dipadukan velg 19 inci di depan dan 17 inci di belakang. Pengereman ditopang ABS dua kanal dengan dua cakram depan 296 mm berkaliper Nissin dua piston serta cakram belakang 240 mm berkaliper satu piston.

Harga dan warna

AHM memasarkan NX500 melalui jaringan BigWing Honda dengan harga on the road DKI Jakarta Rp230 juta. Tersedia tiga pilihan warna, yakni Pearl Horizon White, Graphite Black, dan Mat Gunpowder Black Metallic.

Bagi AHM, teknologi tersebut menjadi cara menyatukan dua karakter pengendara yang selama ini terpisah.

"Nah makanya teknologi e-clutch ini menjembatani itu," kata Ade.

(fea)


[Gambas:Video CNN]