GIIAS 2026

Menperin Umbar Janji Buat APM Otomotif yang Kebut Realisasi Investasi

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 18:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasimta mengaku sudah lama mengendus praktik mafia tekstil hingga baja yang hendak disikat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Menperin menyampaikan tiga permintaan pemerintah dan menjanjikan imbal balik yang paling dibutuhkan investor jangka panjang. (CNN Indonesia/Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan sejumlah permintaan kepada produsen otomotif di Indonesia, terutama terkait realisasi investasi di dalam negeri. Jika komitmen tersebut dijalankan, pemerintah menyiapkan sejumlah ketentuan sebagai imbalannya.

"Karena itu, kepada seluruh Agen Pemegang Merek dan pelaku industri, Pemerintah menyampaikan tiga permintaan," kata Agus di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ICE BSD, Kamis (30/7).

"Pertama, percepat realisasi komitmen investasi yang telah Bapak dan Ibu sampaikan," katanya menambahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, ia meminta produsen otomotif Tanah Air untuk memperdalam lokal konten pada setiap produk yang diproduksi dan dijual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalamkan rantai pasok hingga ke pemasok lapis kedua dan lapis ketiga, karena di sanalah ketahanan industri sesungguhnya diuji," kata dia.

Ketiga, para APM diminta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan basis ekspor, bukan sekadar pasar.

Sebagai imbal balik, kata Agus pemerintah bakal menjaga hal yang paling dibutuhkan oleh pabrikan otomotif dengan realisasi investasi dalam negeri.

"Sebagai imbal baliknya, Pemerintah akan menjaga hal yang paling dibutuhkan oleh setiap keputusan investasi jangka panjang, yaitu kepastian dan konsistensi kebijakan," katanya.

Lebih lanjut, program Kendaraan Bermotor Emisi Karbon Rendah atau LCEV telah berjalan sejak tahun 2021. Hasilnya, 16 perusahaan perakitan yang kini didukung oleh 322 pemasok komponen dalam negeri tumbuh 127 persen sejak program dimulai, serta penyerapan sekitar 195 ribu tenaga kerja langsung.

Kemudian Tingkat Komponen Dalam Negeri kendaraan elektrifikasi secara rata-rata telah berada pada kisaran 40 hingga 46 persen, bahkan satu model telah mencapai 80 persen.

"Realisasi investasi program ini telah melampaui Rp5,5 triliun dari total komitmen sebesar Rp21,2 triliun. Saya menghargai capaian tersebut. Namun izinkan saya juga menyampaikannya secara terbuka, sebagian besar dari komitmen itu masih menunggu untuk diwujudkan," ungkap Agus.

(fea)


[Gambas:Video CNN]