Pelat Nomor Alphard Penerobos Bundaran HI Diduga Bodong

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 18:59 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelat nomor Toyota Alphard hitam yang menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing Bundaran HI, Jakarta Pusat, diduga bodong atau tidak sesuai peruntukannya.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com pada fitur Layanan Samsat di situs resmi Bapenda Jabar, nomor polisi D 1828 XHQ yang terpasang di mobil itu terdaftar untuk kendaraan merek Daihatsu, warna silver metalik, model S401RV-ZMDEJJ HJ.

Kode wilayah D pada pelat tersebut merujuk pada Jawa Barat, sejalan dengan data registrasi yang tercatat di badan pendapatan daerah provinsi itu. Sementara S401RV-ZMDEJJ HJ merujuk pada Daihatsu Gran Max.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditlantas Polda Metro Jaya pun turun tangan dan bakal memanggil pengemudinya untuk dimintai keterangan.

"Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada sekuriti yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita akan konfrontir di Subdit Gakkum," ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya, Kamis (23/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi viral

Insiden itu terjadi pada Rabu (22/7) di pelican crossing Halte Bundaran HI, seberang Hotel Pullman, Jalan M.H. Thamrin.

Aksi pengendara Alphard dinilai membahayakan para pejalan kaki yang sedang menyeberang di zebra cross pelican crossing tersebut, sehingga ditegur penjaga keamanan atau satpam di lokasi.

Namun, dalam video yang beredar dinarasikan sejumlah orang dari dalam Alphard justru diduga mengintimidasi satpam yang menegur.

Rekaman itu kemudian viral di media sosial, salah satunya lewat akun Instagram @jakpus24jam.id.

Berujung mediasi

Ketegangan antara orang di dalam Alphard dan satpam itu telah dimediasi di pos polisi Thamrin atau pos polisi Bundaran HI.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menuturkan kedua pihak mendatangi pos polisi untuk meminta bantuan penyelesaian masalah. Keduanya lalu sepakat berdamai, saling memaafkan, dan berjabat tangan.

"[Masalah] sudah diselesaikan secara kekeluargaan dibantu mediasi oleh Kapospol di Pospol Thamrin. Setelah selesai, pengendara mobil melanjutkan perjalanannya dan security kembali bekerja," ujarnya kepada wartawan.

Meski begitu, Ojo menyatakan pihaknya tetap akan mendalami peristiwa itu secara menyeluruh, termasuk dugaan penggunaan pelat palsu pada mobil tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan langsung dari pemilik maupun pengemudi Alphard. Status pelat nomor kendaraan itu juga masih berupa dugaan dan belum dikonfirmasi kepolisian.

"[Pemeriksaan] semua, terkait dengan peristiwa itu, baik peristiwanya, kendaraan yang digunakan, pasal-pasal yang akan kita sangkakan, dan lain-lain," kata dia.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]