Respons AHM Soal Vario Evo 160 Rembes Usai Sehari Dipakai
Astra Honda Motor (AHM) merespons keluhan yang muncul di media sosial terkait dugaan rembes pada mesin Honda Vario Evo 160 milik konsumennya. Keluhan tersebut mencuat tak lama setelah model anyar itu resmi diluncurkan ke pasar.
Executive Vice President Director AHM Thomas Wijaya mengatakan perusahaan akan menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan konsumen melalui jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.
"Jadi kalau memang ada masukan atau ada yang dibutuhkan konsumen silakan datang ke jaringan kami, ke AHASS," kata Thomas ditemui di Jakarta, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Thomas belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab dugaan rembes yang ramai dibahas di media sosial oleh salah satu konsumennya. Menurut dia, perusahaan akan lebih dulu melihat kondisi setiap unit yang dilaporkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menekankan pentingnya kualitas pada setiap produk Honda di Indonesia.
"Kembali kami sudah produksi dalam kualitas baik, tentu sudah lulus dengan berbagai uji tes. Nah tentu kita akan lihat kondisinya seperti apa," kata dia.
Sebelumnya, di media sosial beredar unggahan yang memperlihatkan dugaan rembes pada area mesin Honda Vario Evo 160. Unggahan itu menyebut kondisi tersebut terjadi pada motor yang baru digunakan sekitar satu hari setelah diterima pemiliknya.
Belakangan pemilik akun telah menghapus postingan terkait masalah motornya di media sosial Tiktok, namun unggahan serupa telah diposting ulang oleh akun lain.
Lebih dari itu Thomas menyebut permintaan masyarakat terkait motor tersebut cukup baik.
Vario Evo 160 mengusung kapasitas mesin 156,9 cc empat katup eSP+ berpendingin cairan. Daya maksimum tidak berubah, tetap 15,19 hp yang puncaknya berada di 8.500 rpm.
Sentuhan juga diberikan pada tampilan dan pembaharuan di fitur sepeda motor. Kini, AHM memasarkan Vario Evo 160 dalam tiga tipe, CBS Rp28,2 juta, CBS Nitro Rp28,7 juta dan ABS Rp31,4 juta.
(ryh/fea) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

