Gaikindo: Industri Siap, B50 Aman untuk Mesin Diesel

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 17:46 WIB
Gaikindo menyatakan industri otomotif nasional siap terapkan B50, hasil uji jalan menunjukkan bahan bakar itu aman untuk mesin diesel.
Gaikindo menyatakan industri otomotif nasional siap terapkan B50, hasil uji jalan menunjukkan bahan bakar itu aman untuk mesin diesel. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan industri otomotif nasional siap mengimplementasikan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel B50. Hasil uji jalan yang telah dilakukan turut menunjukkan bahan bakar tersebut aman digunakan untuk kendaraan bermesin diesel.

Bahan bakar campuran 50 persen biodiesel itu sudah berlaku secara mandatori sejak awal Juli 2026.

"Industri otomotif sudah siap mengimplementasikan B50, dan road test untuk B50 berjalan lancar dan baik," ujar Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika, dikutip Antara, Senin (13/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, kesiapan industri otomotif juga didukung performa sektor yang terus berkembang dengan ekosistem manufaktur yang semakin kuat. Kendaraan produksi Indonesia disebutnya telah diekspor secara global, menandakan daya saing industri otomotif nasional yang kian meningkat di pasar dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diklaim aman usai uji jalan

Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan penggunaan B50 aman bagi kendaraan bermesin diesel di Indonesia. Gaikindo turut menyambut baik rencana pemerintah menerapkan B50 dan meminta produsen kendaraan bermesin diesel ikut terlibat selama masa pengujian.

"Hasilnya bagus, jadi produsen diminta untuk menyiapkan kendaraannya. Lalu diuji coba pakai B50 jalan hingga berapa puluh ribu kilo gitu. Sejauh ini sih, aman," kata Ketua I Gaikindo Jongki D. Sugiarto, Senin (13/7).

Hasil pengujian tersebut dinilai memberikan optimisme terhadap penerapan B50.

Jongki menilai keberhasilan penerapan B50 tak melulu soal kesiapan teknologi kendaraan. Kebijakan itu, menurutnya, juga perlu dilihat dari sisi yang lebih luas, termasuk keberlanjutan industri kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel.

Pengembangan B50, menurutnya, dapat menjadi salah satu solusi meningkatkan penyerapan produksi minyak sawit dalam negeri. Dengan demikian, program itu dinilai tak hanya mendukung pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, tapi juga memberi nilai tambah bagi sektor perkebunan nasional.

Gaikindo mengingatkan industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang perlu terus didukung. Pemanfaatan minyak sawit lewat program biodiesel dinilai dapat menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan dalam negeri, sehingga hasil produksi tidak berlebih tanpa pasar yang jelas.

Jongki berharap implementasi B50 dapat berjalan sesuai rencana pemerintah, meski tetap memerlukan koordinasi antara pemerintah, produsen kendaraan, industri bahan bakar, serta pelaku industri kelapa sawit.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]