Respons MG Soal Ketidakpastian Insentif Mobil Listrik di Indonesia
MG Motor Indonesia mengaku tetap menjaga komitmen kepada konsumen di tengah ketidakpastian mengenai insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari pemerintah. Salah satu strategi yang ditempuh adalah mempertahankan harga spesial MG S5 EV seiring insentif yang belum juga diterbitkan.
MG dipahami telah MG memperpanjang program harga khusus MGS5 EV hingga September 2026. Varian Ignite kini dipasarkan Rp333,9 juta, sedangkan varian Magnify dibanderol Rp355,9 juta on the road (OTR) Jakarta.
Harry Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia mengatakan harga spesial MG S5 EV tidak bergantung pada ada atau tidaknya insentif pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
Di sisi lain, menurut dia kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan agar konsumen tetap memperoleh harga yang kompetitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan special price (S5 EV) ini juga sebenarnya bentuk komitmen kami. Jadi, insentif ada atau tidak ada, special price ini akan selalu konsisten ke konsumen," kata Harry kepada media di PIK, Sabtu (4/7).
Lebih dari itu ia mengakui mengenai insentif yang kini abu-abu akan diterapkan atau tidak tentu berpeluang menciptakan ketidakpastian di kalangan calon konsumen. Situasi itu membuat sebagian masyarakat memilih menunda keputusan membeli mobil listrik sambil menunggu kejelasan kebijakan pemerintah.
Karena itu MG memutuskan untuk mempertahankan harga spesial S5 EV agar konsumen tidak perlu menunggu kepastian insentif untuk melakukan pembelian.
"Kalau ngomongin insentif, berita-berita itu menghadirkan ketidakpastian. Ada konsumen yang menerima informasi itu dan akhirnya menahan pembelian. Maka dari itu tujuan kami menghadirkan special price ini supaya konsumen enggak perlu khawatir ke sana," ucapnya.
Rencana pemerintah memberikan insentif untuk EV nampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Semula insentif diwacanakan berlaku Juni, kemudian ditunda ke Juli, dan kini kabarnya diundur ke Agustus.
Saat ini pemerintah justru tengah mengalihkan fokus pada persiapan program mobil nasional.
Kementerian Perindustrian yang menjadi pembina dari para produsen otomotif telah angkat bicara dan menyebut industri dan konsumen butuh kepastian mengenai kelanjutan insentif EV.
"Terkait dengan itu, kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif.
Menurut dia, kondisi tersebut dinilai dapat menahan keputusan masyarakat sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja industri otomotif.
"Jadi kami mohon agar segera pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain agar segera memberikan kepastian terkait dengan insentif tersebut," ujar Febri.
(ryh/mik) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

