Hyundai Respons Pemerintah Tunda Lagi Insentif Mobil Listrik

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 05:35 WIB
Hyundai baru saja meluncurkan mobil listrik baru Ioniq 9 di Korea Selatan pada 13 Februari 2025 lalu. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Pemerintah sebelumnya sudah menunda pemberian insentif mobil listrik dari Juni ke Juli, sekarang mundur lagi jadi Agustus. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hyundai Motors Indonesia (HMID) memilih menunggu keputusan pemerintah terkait kelanjutan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang hingga kini belum juga diumumkan. Di tengah ketidakpastian tersebut, perusahaan menegaskan akan mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Chief Operating Officer (COO) HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pelaku industri otomotif pada dasarnya bergantung pada dua faktor utama, yakni konsumen dan kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami hanya nunggu aturan dari pemerintah. Karena ya seperti teman-teman tahu kan bahwa kalau kita ingin berjualan otomotif di Indonesia ada dua kan. Satu customer, satu lagi regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah," kata Frans di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut dia, Hyundai tidak mempermasalahkan bila aturan tersebut belum terbit dan akan tetap mengikuti kebijakan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan untuk regulasi sendiri kan kita selalu mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah. Nah kita gak pernah komplain," ujarnya.

Frans berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan baik itu untuk mesin konvensional maupun teknologi yang lebih ramah lingkungan.

"Harapannya tentunya pastinya Indonesia bisa memberikan policy atau kebijakan yang mendukung engine ataupun powertrain yang lebih ramah lingkungan. Itu saja dari kami," ucapnya.

Saat ditanya mengenai dampak apabila kepastian insentif terus mengalami penundaan, Frans menilai pasar otomotif nasional tahun ini kemungkinan masih bergerak di level yang relatif sama dibanding tahun lalu.

Meski demikian ia berharap ada dorongan terhadap penjualan pada paruh kedua tahun ini, termasuk melalui penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dimulai akhir Juli. Rencana pemerintah memberikan insentif EV nampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Semula insentif akan berlaku Juni, kemudian ditunda ke Juli, dan kini kabarnya diundur ke Agustus. Kini pemerintah justru tengah mengalihkan fokus pada persiapan program mobil nasional.

Kementerian Perindustrian yang menjadi pembina sektor otomotif telah angkat bicara dan menyebut industri dan konsumen butuh kepastian mengenai kelanjutan insentif EV.

"Terkait dengan itu, kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif melansir Antara, Rabu (1/7).

Menurut dia, kondisi tersebut dinilai dapat menahan keputusan masyarakat sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja industri otomotif.

"Jadi kami mohon agar segera pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain agar segera memberikan kepastian terkait dengan insentif tersebut," ujar Febri.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]