Airlangga Soal Insentif EV: Kami Sedang Siapkan Mobil Nasional

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 13:30 WIB
Petugas memeriksa mobil listrik impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 16 September 2025. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, insentif kendaraan listrik masih dievaluasi sementara pemerintah 'sedang mempersiapkan mobil nasional'. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tampaknya belum akan terealisasi dalam waktu dekat.

Di tengah pembahasan insentif yang semula akan berlaku Juni, kemudian ditunda ke Juli, dan kini kabarnya diundur ke Agustus, pemerintah justru tengah mengalihkan fokus pada persiapan program mobil nasional.

Program mobil nasional dipahami sebagai salah satu target ambisius yang pernah diungkap Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dibenarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kebijakan insentif EV disebut masih dalam tahap evaluasi. Pemerintah beralasan sedang mempersiapkan pengembangan mobil nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti masih dievaluasi, terutama kami sedang mempersiapkan mobil nasional," kata Airlangga melansir Antara, Selasa (30/6).

Meski demikian, Airlangga tidak menjelaskan lebih lanjut pertimbangan pemerintah terkait belum diterapkannya insentif kendaraan listrik.

Skema insentif

Rencana insentif telah diungkap sejak Mei 2026. Kala itu Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah telah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik.

Jumlah tersebut terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik. Pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan kuota apabila permintaan masyarakat melampaui target yang telah ditetapkan.

Saat itu program insentif ditargetkan berjalan pada Juni sebagai salah satu upaya mendorong konsumsi masyarakat pada triwulan III dan IV tahun ini, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Terkait skema bantuan yang disiapkan, pemerintah sebelumnya merancang diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk mobil listrik sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Besaran PPN DTP tersebut akan ditentukan berdasarkan kandungan nikel pada baterai kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

Sementara itu untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian satu unit motor listrik baru.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]