Demi Keselamatan, Mobil Otonom Diusulkan Tak Punya Pedal Rem

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 11:45 WIB
Kendaraan khusus untuk memetakan kota sebagai tahap awal pengujian mobil otomatisasi Honda di Jepang.
NHTSA mengusulkan menghapus syarat pedal rem manual untuk mobil yang dirancang sepenuhnya otonom. (Honda Prospect Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan keselamatan lalu lintas jalan raya AS, NHTSA, mengusulkan penghapusan syarat pedal rem manual bagi mobil yang dirancang sepenuhnya dikemudikan sistem otomatis. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah jalur penerapan mobil otonom di jalanan AS.

Usulan yang diumumkan Kamis (25/6) itu tidak berlaku untuk kendaraan yang memerlukan kendali pengemudi manusia.

NHTSA menegaskan tidak menghapus persyaratan kinerja pengereman, termasuk standar jarak pengereman yang ketat. Usulan ini pun masih berupa proposal, badan tersebut baru memulai proses pembuatan aturan dan belum memberlakukannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan tanpa pengereman

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komponen yang dicabut adalah keharusan memasang kontrol rem manual, yang dioperasikan tangan atau kaki, pada kendaraan yang memang dirancang tidak akan pernah dikemudikan manusia.

Meski nanti bisa berupa mobil otonom tanpa pedal rem, bukan berarti tak punya kemampuan berhenti. Semua kendaraan yang terdampak tetap wajib memenuhi kriteria jarak pengereman yang sama melalui prosedur pengujian alternatif.

NHTSA justru berargumen mempertahankan pedal rem yang bisa langsung mengambil alih kerja ADS berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, karena bisa disalahgunakan penumpang-baik sengaja maupun tidak.

Menurut badan itu, penumpang bukan pengemudi sehingga tidak semestinya menjalankan fungsi berkendara, termasuk mengaktifkan rem parkir. Kendati begitu, NHTSA berharap produsen tetap menyediakan cara bagi penumpang untuk memerintahkan kendaraan berhenti, meski metodenya diserahkan ke masing-masing pabrikan.

NHTSA menyatakan tengah menyusun secara terpisah persyaratan kinerja keselamatan untuk mobil otonom dalam skenario berkendara di dunia nyata. Badan itu juga menegaskan tetap memegang wewenang penegakan terkait cacat produk untuk menyelidiki perilaku ADS yang tidak aman dan mengawasi penarikan (recall).

"Kita berada di ambang revolusi teknologi kendaraan terbesar sejak inovasi Model T. Jika ingin Amerika memimpin, kita harus memikirkan ulang kerangka regulasi kita," kata Administrator NHTSA Jonathan Morrison dalam rilis resmi, Kamis (25/6).

Kerangka AV

Usulan soal pedal rem ini merupakan pembaruan kelima terhadap Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal (FMVSS) di bawah Kerangka Kendaraan Otonom (AV Framework) yang digagas Menteri Perhubungan AS Sean Duffy.

NHTSA sebelumnya juga mengusulkan pembaruan sejumlah standar lain, mulai dari perpindahan transmisi, sistem wiper dan defroster kaca depan, hingga plakat ban. Setelah semuanya rampung, pengecualian untuk tiap kendaraan disebut mungkin tak lagi diperlukan.

Selama ini, mobil otonom tanpa kendali manusia harus mengajukan petisi pengecualian, dengan batas hingga 2.500 kendaraan per produsen per tahun, dilaporkan Reuters, Kamis (25/6).

NHTSA bertahun-tahun meninjau sejumlah petisi tanpa mengambil tindakan, sebelum tahun lalu menyatakan menyederhanakan prosesnya.

Pada Maret, NHTSA meminta masukan publik soal rencana unit otonom milik Amazon, Zoox, untuk menggelar hingga 2.500 robotaxi yang dibuat khusus tanpa setir.

Sementara GM mengajukan petisi serupa pada 2018 untuk 2.500 mobil tanpa setir atau pedal rem, lalu menariknya pada 2020. Produsen asal Detroit itu kembali mengajukan pada 2022, tetapi menariknya lagi pada Oktober 2024.

NHTSA pada Kamis menarik usulan era pemerintahan Biden untuk mengadopsi kerangka nasional sukarela bagi evaluasi dan pengawasan mobil otonom.

Produsen mobil sebelumnya menilai persyaratannya terlalu ketat, sementara sebagian pegiat keselamatan menilai kerangka itu tidak memberi NHTSA pengawasan yang cukup untuk menjamin keselamatan yang memadai.

Karena masih berupa usulan, aturan baru ini belum berlaku dan harus melewati proses lanjutan sebelum bisa difinalkan. NHTSA membuka masa masukan publik hingga 27 Juli 2026.

Morrison menyebut di bawah AV Framework, NHTSA merobohkan hambatan-hambatan tak berguna bagi desain inovatif sambil memperkuat persyaratan keselamatan mendasar yang penting, dan meminta pertanggungjawaban pengembang kendaraan otonom atas kinerja yang aman.

Pendekatan itu, katanya, pada akhirnya akan mengurangi kecelakaan di jalan, mencegah korban jiwa, dan meningkatkan mobilitas.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]