11 Dealer Daihatsu di Jakarta-Jawa Timur Tutup, Ganti Merek China

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 10:42 WIB
The logo of the Daihatsu Motor is displayed at a press preview to announce its new passenger car in Tokyo on September 7, 2016. (Photo by KAZUHIRO NOGI / AFP)
Asco Automotive, pemilik 11 dealer Daihatsu, memilih berpisah kemudian menggandeng merek China. (AFP/KAZUHIRO NOGI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 11 dealer Daihatsu di Jabodetabek dan Jawa Timur telah tutup, lantas diyakini berganti menjadi merek China. Daihatsu menyusul kejadian serupa di merek Jepang lain seiring makin banyaknya merek China.

Seluruh dealer yang tutup milik satu perusahaan rekanan Daihasu, yakni Asco Automotive. Berdasarkan situs perusahaan, mereka sudah melayani pelanggan Daihatsu sejak 1989 dan memiliki dealer Isuzu serta UD Trucks.

Dari 11 dealer Daihatsu milik Asco Automotive, lima di antaranya berada di area Jakarta, satu di Bekasi (Jawa Barat) dan lima di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asco Automotive sempat mengunggah konten di media sosial yang menjelaskan mereka tak lagi terafiliasi Daihatsu mulai 1 Juni 2026. Namun unggahan ini telah dihapus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) pada Kamis (4/6) mengonfirmasi hal tersebut.

"Jadi yang berhenti beroperasi adalah 1 [mitra] dealer saja. Dealer tersebut saat ini memiliki 11 outlet resmi Daihatsu yang tersebar di area DKI Jakarta dan area Jawa Timur," kata Customer Relation Division Head AI DSO Tri Mulyono melalui pesan singkat.

Tri bilang penutupan dealer ini cuma terjadi pada satu perusahaan rekanan saja, sementara perusahaan lain masih beroperasi.

Daihatsu pada April 2026 sempat menjelaskan menaungi 23 grup dealer yang memiliki total sekitar 260 jaringan penjualan. Separuh jaringan dealer Daihatsu itu terafiliasi Grup Astra, sedangkan sisanya independen.

"Jadi yang berhenti beroperasi itu hanya dealer Asco dengan 11 outlet yang dimilikinya," tutur Tri.

Sebelum Daihatsu, dealer mobil Honda diketahui banyak yang tutup kemudian beralih ke merek China. Perubahan orientasi bisnis perusahaan dealer ini kemungkinan banyak terjadi di merek Jepang seiring pandangan potensi merek China yang fokus pada produk elektrifikasi yang didukung pemerintah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sempat menyoroti hal itu dengan mengatakan ini merupakan tantangan bagi produsen otomotif Jepang agar mampu menyesuaikan perubahan permintaan pasar.

"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," tutup Agus.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]