Purbaya Tunda Insentif 200 Ribu Kendaraan Listrik

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 14:11 WIB
Menkeu Purbaya mengungkap insentif yang sebelumnya direncanakan mulai Juni 2026 ditunda sebulan.
Menkeu Purbaya mengungkap insentif yang sebelumnya direncanakan mulai Juni 2026 ditunda sebulan. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan insentif kendaraan listrik yang sebelumnya dijanjikan mulai Juni diputuskan ditunda. Bendaraha Negara menjelaskan perhitungan soal ini ternyata belum selesai.

"Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi," kata Purbaya di Jakarta Pusat, Selasa (26/5).

Penundaan ini berarti menggeser jadwal pemberian insentif kendaraan listrik dari Juni menjadi Juli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awal Mei, Purbaya mengungkap pemerintah sudah menyiapkan insentif buat 200 ribu kendaraan listrik, yaitu 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik. Dia juga menjanjikan bila kuota habis terbuka kemungkinan bakal ditambah.

Saat itu Purbaya menyebut insentif ini bakal diberikan pada Juni untuk penguatan pertumbuhan perekonomian dalam jangka pendek, yaitu di triwulan ketiga dan keempat. Stimulus ini diharapkan mendorong konsumsi dan mengurangi penggunaan bahan bakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan diketahui insentif untuk mobil listrik berupa diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP sebesar 40 persen sampai 100 persen.

Alokasi besar PPN DTP untuk mobil listrik ditentukan dari kandungan nikel di baterainya.

Sementara buat motor listrik diberikan subsidi Rp5 juta untuk pembelian satu unit baru.

Purbaya tak menjelaskan banyak terkait alasan penundaan insentif ini, dia hanya bilang masih ada yang perlu diperhitungkan.

"Ada perhitungan yang masih dihitung," ujar Purbaya.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]