Subaru Menyerah, Rencana Luncurkan Mobil Listrik 2028 Dibatalkan

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 11:30 WIB
Subaru Menyerah, Rencana Luncurkan Mobil Listrik 2028 Dibatalkan
Sebelumnya Subaru ingin merilis mobil listrik yang mereka kembangkan sendiri pada 2028, namun kini ditunda tanpa kepastian dilanjut. (AFP PHOTO / STAN HONDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Subaru membatalkan peluncuran mobil listriknya sendiri yang sebelumnya dijadwalkan bakal rilis pada 2028. Keputusan ini muncul usai Subaru melaporkan laba operasionalnya pada tahun fiskal ini junam 90 persen.

Tarif yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) pada mobil impor telah merugikan Subaru sekitar US$1,4 miliar dan penurunan lain terkait mobil listrik disebut mencapai US$385 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subaru mundur dari pengembangan mobil listrik yang sudah dilakukan internal. Merek Jepang ini tadinya menyiapkan pabrik baru di area pabrik Oizumi, prefektur Gunma untuk itu dan berencana meluncurkan hingga empat model mobil listrik pada 2028.

Sebelumnya produksi mobil listrik Subaru direncanakan mulai 2027 di pabrik tersebut, tetapi kini Subaru memilih mengalihkannya memproduksi mobil bensin dan hybrid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produksi mobil listrik Subaru kini ditunda tanpa penjelasan hingga kapan.

Ini adalah kali kedua dalam enam bulan Subaru menarik diri dari komitmen mobil listrik. Pada November lalu, perusahaan mengumumkan akan mengalihkan dana dari investasi mobil listrik senilai US$9,7 miliar yang direncanakan ke pengembangan kendaraan hybrid dan ICE (Internal Combustion Engine). Kini, program mobil listrik internal telah dihentikan sepenuhnya.

CEO Subaru, Atsushi Osaki, menyebut kondisi pasar Amerika Serikat (AS) sebagai faktor pendorongnya. Menurut komentar yang dilaporkan Automotive News, Osaki mengatakan perusahaan ingin melakukan evaluasi ulang penuh terhadap strategi mobil listriknyasebelum menetapkan tanggal peluncuran baru.

Kerugian finansial Subaru karena kebijakan tarif AS sangat besar. Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) Subaru untuk setahun penuh turun 90 persen menjadi hanya ¥40,1 miliar.

Perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar ¥51,36 miliar, membalikkan keuntungan sebesar ¥325 miliar setahun sebelumnya.

Penurunan nilai kredit regulasi lingkungan sebesar ¥28 miliar, yang nilainya terdevaluasi di bawah perubahan kebijakan pemerintahan AS saat ini, menambah kerugian tersebut.

Subaru bergabung dengan Mazda yang juga sudah menyatakan penundaan peluncuran mobil listrik pertama mereka sendiri, dari 2027 menjadi 2029. Mazda kemudian memangkas investasi mobil listrik yang direncanakan hampir setengahnya, dari sekitar $12,5 miliar menjadi sekitar $7,5 miliar.

Toyota, Honda, Subaru, dan Mazda telah menunda atau mengurangi program mobil listrik dalam beberapa bulan terakhir. Strategi para produsen asal Jepang ini berlawanan dari produsen China yang agresif berekspansi di berbagai negara.

Subaru memastikan empat model mobil listrik mereka yang dikembangkan bersama Toyota, yaitu Solterra, Uncharted, Trailseeker, dan Getaway tetap sesuai jadwal.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]