Kurs Rupiah Makin Junam, BYD Sebut Potensi Naikkan Harga Mobil

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 17:27 WIB
Menurut BYD Motor Indonesia ada potensi menaikkan harga mobil baru, tetapi dikatakan itu tidak masuk dalam strategi jangka pendek.
Menurut BYD Motor Indonesia ada potensi menaikkan harga mobil baru, tetapi dikatakan itu tidak masuk dalam strategi jangka pendek. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia buka suara soal potensi kenaikan harga mobil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Lantas sampai kapan merek China tersebut kuat untuk tidak menaikkan harga mobil kepada konsumen Tanah Air?

Lemahnya nilai tukar rupiah diakui akan berdampak kepada banyak hal salah satunya pada sisi manufaktur dan produksi di sektor otomotif. Per pagi ini Selasa (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dolar makin mendekati Rp18 ribu, kini Rp17.706.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Head of PR & Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, kenaikkan kurs memang menjadi perhatian, namun BYD memilih memantau situasi sebelum mengambil langkah lanjutan terkait harga jual.

Ia meyakini pihaknya belum akan menaikkan harga mobil dalam rencana jangka pendek di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kalau ditanya potensi mungkin saja. Tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami," kata Luther di PIK, Senin (18/5).

Menurut dia pelemahan rupiah sedikit banyak akan berdampak pada biaya produksi kendaraan. Namun BYD menegaskan investasi mereka di Indonesia disiapkan untuk jangka panjang sehingga perusahaan sudah memperhitungkan berbagai dinamika ekonomi global.

"Ya memang kita cukup prihatin ya dengan fluktuasi nilai tukar. Dan itu memang sedikit banyak tentu saja pasti berdampak khususnya di sisi manufaktur dan produksi," ujar dia.

"Tapi komitmen BYD jangka panjang sampai saat ini kami belum ada informasi dan strategi khusus menindaklanjuti fluktuasi dari kenaikan nilai tukar," lanjutnya.

Saat ditanya sampai kapan BYD mampu menahan harga agar tidak naik, Luther mengatakan perusahaan masih memantau perkembangan.

"Kami situasinya pantau dulu sampai kapan," ucapnya.

Luther melanjutkan perusahaan tetap optimistis dengan pasar otomotif Indonesia. Ia juga menilai pemerintah Indonesia memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis ekonomi sehingga diyakini mampu menjaga stabilitas pasar nasional.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]