Purbaya Soal Insentif Mobil Listrik: 2 Pekan Lagi Masuk Sistem

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 06:23 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap insentif mobil listrik didorong lebih cepat, dua pekan diperkirakan sudah masuk sistem.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap insentif mobil listrik didorong lebih cepat, dua pekan diperkirakan sudah masuk sistem. (CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamini pemerintah bukan cuma menyiapkan insentif untuk sepeda motor listrik tetapi juga mobil listrik. Dia mengaku tengah meramu kebijakan soal itu, yang mungkin bakal terbit dalam waktu dekat tersebut.

"Demand untuk mobil listrik juga kelihatannya kenceng ya. Mungkin kita akan pikirkan lagi nanti bagaimana sih, insentif untuk mobil listrik dalam waktu dekat," kata Purbaya melansir CNBC Indonesia, Senin (4/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata dia kebijakan ini masih dalam tahap pembicaraan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Walau demikian Purbaya yakin kebijakan insentif pembelian mobil listrik ini akan terbit dalam dua pekan mendatang.

"Biar kita dorong cepat. Supaya, let's say, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem insentifnya," ujar dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menperin Agus sebelumnya menyatakan pemerintah berencana memberikan subsidi untuk pembelian seluruh model kendaraan listrik (electric vehicle/EV), termasuk mobil berbasis baterai.

"Semua harus, semua nanti akan berbasis electric vehicle," kata Agus pekan kemarin.

Menurut Agus kebijakan ini sudah mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan energi nasional.

"Dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Itu juga penting. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi," tuturnya.

"Jadi ketahanan energi itu mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM," tegas Agus.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]