Penyebab Mobil Listrik Rentan Mati Saat Melintas Rel Kereta

CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 16:00 WIB
Mobil listrik maupun konvensional menggunakan sistem berbasis elektronik PCU dan ECU yang rentan terhadap listrik tegangan tinggi.
Ilustrasi. Mobil listrik maupun konvensional menggunakan sistem berbasis elektronik PCU dan ECU yang rentan terhadap listrik tegangan tinggi. CNN Indonesia/Hesti Rika
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus mobil listrik mati mendadak di perlintasan kereta kini menuai perhatian, setelah hal yang sama dialami armada taksi Green SM di Bekasi, Senin (27/4). Taksi listrik berkelir hijau itu kemudian ditabrak commuter line (KRL), yang diduga menjadi penyebab atas kecelakaan kereta lainnya sehingga belasan nyawa melayang.

Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi membenarkan mobil listrik memang rentan bermasalah saat melalui perlintasan kereta.

Hal itu dikarenakan sistem kontrol mobil listrik dapat terpengaruh akibat medan magnet yang kuat dari rel kereta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem kontrol atau sensornya bisa terpengaruh atau terganggu oleh medan magnet kuat akibat adanya arus listrik kereta yang lintasannya juga mengalir di jalur aliran atas serta relnya," kata Agus melalui pesan singkat, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjelasan dia mobil listrik maupun konvensional menggunakan sistem berbasis elektronik PCU (Power Control Unit)/VCU (Vehicle Control Unit)/ECU ( Engine Control Unit).

Oleh sebab itu untuk mobil listrik di UNR 100 dan motor listrik UNR 136, kini terdapat pengujian terkait EMC untuk sistem kontrolnya (Electro Magnetic Compatibility) supaya sistem kontrolnya tidak mengganggu maupun terganggu oleh medan elektromagnetik pada ambang kondisi tertentu yang dipersyaratkan.

Senada,Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember pernah menjelaskan mobil listrik memungkinkan kena dampak negatif bila berada di dekat insfrastruktur yang menghasilkan radiasi elektromagnetik seperti rel kereta api.

"Elektromagnetik bisa saling menginduksi, jadi kalau bersentuhan dengan yang bisa terinduksi nanti menimbulkan medan magnet dan bisa merusak komponen elektronika. Sebenarnya sudah ada caranya biar tidak jadi induksi, misalnya dikasih isolator alumunium foil untuk mendefleksikan radiasi," kata Nur.

Pada mobil, konvensional ataupun listrik, radiasi elektromagnetik dari rel kereta api sanggup bikin komponen elektronik mati seketika. Kerusakan yang ditimbulkan bisa bervariasi, tergantung komponen yang rusak.

Ini menjelaskan salah satu penyebab kejadian mobil tiba-tiba mogok ketika melintas rel kereta api. Mobil listrik yang membawa lebih banyak komponen elektronik punya potensi lebih tinggi kena dampak negatif.

Meski demikian, Agus mengimbau seluruh pengguna kendaraan listrik agar tetap berhati-hati saat melintasi rel kereta.

"Agar lebih aman maka jaga jarak aman dari lintasan rel Kereta dan pastikan jangan memaksakan lewat di atas rel bila diketahui akan ada Kereta listrik yang segera lewat. Untuk meminimalisasi pengaruh medan elektromagnetik maka memang untuk jalur Kereta listrik sebaiknya diupayakan tidak ada perlintasan yang sebidang," kata Agus.

(ryh/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]