Penjualan BYD Meledak di Jepang

CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 06:30 WIB
Perusahaan teknologi asal China, BYD menorehkan pencapaian positif lantaran berhasil memperoleh penjualan dengan kenaikan hampir dua kali lipat di Jepang.
Perusahaan teknologi asal China, BYD menorehkan pencapaian positif lantaran berhasil memperoleh penjualan dengan kenaikan hampir dua kali lipat di Jepang. BYD
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi asal China, BYD menorehkan pencapaian positif lantaran berhasil memperoleh penjualan dengan kenaikan hampir dua kali lipat di Jepang pada Maret 2026.

Berdasarkan data registrasi terbaru mobil impor Japan Automobile Importers Association (JAIA), BYD mendaftarkan 625 kendaraan di Jepang sepanjang Maret 2026, atau naik 91,1 persen secara tahunan. Kemudian merek itu menjual 327 unit kendaraan energi baru (NEV) pada Maret 2025.

Mengutip Car News China, perusahaan mencatat total pengiriman mobil elektrifikasi BYD di Jepang sepanjang kuartal pertama 2026 mencapai 1.142 unit (gabungan BEV dan PHEV), atau tumbuh lebih dari 100 persen dari periode serupa 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, BYD dinilai masih sebagai pemain kecil di pasar otomotif Jepang. Targetnya tahun ini dapat menjual setidaknya 10 ribu unit kendaraan di Jepang, naik dari capaian selama 2025 dengan 3.731 unit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tercatat, 407.564 mobil telah terjual di Jepang pada Maret 2026, dengan pangsa pasar kendaraan energi baru mencapai 4,15 persen. Dari jumlah itu 16.924 unit di antaranya adalah mobil listrik murni dan plug-in hybrid, sementara kontribusi BYD hanya sekitar 3,7 persen.

BYD juga menghadapi tantangan dari penyesuaian kebijakan subsidi kendaraan energi baru di Jepang.

Subsidi per kendaraan turun drastis dari 350 ribu-400 ribu yen, menjadi 150 ribu yen. Kondisi ini membuat perusahaan berbasis di Shenzhen tersebut semakin sulit meningkatkan penjualan di negeri matahari terbit, Jepang.

Untuk dipahami, ekspor telah menjadi prioritas utama BYD di tengah tekanan persaingan di dalam negeri serta berkurangnya subsidi di China.

Menurut China EV DataTracker, BYD menjual 688.939 kendaraan secara global. Menariknya, penjualan domestiknya hanya mencapai 303.150 unit, yang berarti penjualan luar negeri menyumbang lebih dari 50 persen dari total penjualan.

Sebagai perbandingan, pada kuartal I 2025 BYD menjual 990.711 unit secara global, dengan 643.024 unit di antaranya diserap pasar China. Hal tersebut menunjukkan pentingnya pasar luar negeri bagi BYD saat ini.

Di Jepang, BYD menawarkan lima model terdiri dari empat mobil listrik murni Sealion 7, Atto 3, Dolphin, dan Seal, serta satu model plug-in hybrid, yakni Sealion 6.

BYD juga berencana memperkuat posisinya di Jepang dengan meluncurkan mobil listrik mungil keicar untuk perkotaan Racco.

(ryh/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]