Beda dari Indonesia, Kenapa Mobil Listrik China Jarang di Vietnam?

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 09:25 WIB
Peneliti dari ITB menjelaskan mobil merek China tak begitu berkembang di Vietnam dan India, beda dari Indonesia.
Peneliti dari ITB menjelaskan mobil merek China tak begitu berkembang di Vietnam dan India, beda dari Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi menjelaskan mobil listrik China tak menjamur di semua negara kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia. Setidaknya ada dua negara yang menunjukkan pola berbeda, yaitu India dan Vietnam.

"Tapi lihat dua negara Asia Pasifik yang relatif berhasil di era ini adalah India dan Vietnam," kata Agus dalam sebuah presentasi sembari menunjukkan diagram dominasi mobil China di Jakarta, Selasa (14/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diagram itu menunjukkan asal mobil listrik terjual di setiap negara pada 2024. Indonesia memiliki porsi merek China lebih dari 60 persen, sementara di India di bawah 20 persen dan paling minim adalah Vietnam di bawah 10 persen.

Komposisi di India dan Vietnam digambarkan Agus memiliki porsi besar pada merek lokal dan tak 'terkontaminasi' secara masif oleh produk otomotif asal China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua negara dinilai bisa berdiri sendiri sehingga tak hanya menjadi pasar, melainkan juga membangun industri mandiri untuk elektrifikasi.

"Baik dia domestic brand, Chinese locally produce, maupun other local production. Nah ini adalah menjadi istilahnya pembelajaran buat kita," kata Agus.

Kebijakan lokal

Keberhasilan India dan Vietnam tidak lepas dari peran kebijakan masing-masing pemerintah. Agus menilai kebijakan yang diterapkan mampu mendorong pertumbuhan produk dan industri secara nyata.

"Kenapa India dan Vietnam ini elektrifikasinya mulai berhasil membangun internal. Karena memang mereka punya policy dan juga implementasi yang terukur," kata dia.

"Jadi tidak ada alasan GDP rendah. Faktanya, India saat ini mendominasi pasar kendaraan roda dua dan roda tiga secara global, sekaligus berhasil melakukan transisi menuju elektrifikasi di segmen tersebut," lanjut Agus.

Vietnam disebut mengandalkan kekuatan merek lokal yang dibangun dari nol, meski tetap melibatkan kolaborasi bersama pemain global.

Perkembangannya pun tergolong cepat, dari yang awalnya minim infrastruktur hingga kini memiliki fasilitas produksi memadai.

"Tapi kita tahu persis dulu mereka juga datang gedungnya pun belum ada. Sekarang mereka sudah punya fasilitas yang cukup baik, itu sukses," katanya.

Pada 2025, penjualan mobil listrik di Vietnam dikuasai merek lokal Vinfast yang melego 175 ribu unit yang menguasai lebih dari 90 persen pasar.

Diagram asal mobil listrik terjual pada 2024 di sejumlah negara. Merah menandakan berasal dari China.Diagram asal mobil listrik terjual pada 2024 di sejumlah negara. Merah menandakan berasal dari China. (Tangkapan Layar presentasi Agus Purwadi)

Secara umum, Agus menambahkan hal tersebut merupakan gambaran negara-negara di Asia Pasifik yang telah memiliki basis industri menghadapi era elektrifikasi

"Jadi ini kalau yang terkait di kawasan kami yang memang basis industri otomotifnya ada," kata Agus.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]