SPKLU Ultra Fast Charging di Tangsel, Isi hingga 80 Persen Enggak Lama
ZORA SPKLU Signature resmi dibuka sebagai stasiun pengisian kendaraan listrik umum yang memiliki sistem ultra fast charging berdaya 480 kilowatt (kW). Tak hanya itu infrastruktur ini menjadi unit pengisian daya pertama di Indonesia yang dilengkapi fitur cerdas Split Charging dan teknologi Liquid Cooling System atau berpendingin cairan.
Teknologi dari Huawei FusionCharge ini memungkinkan SPKLU Signature ZORA menyalurkan energi secara fleksibel baik dari jaringan listrik utama maupun sumber energi bersih yang diintegrasikan lewat sistem penyimpanan baterai, Battery Energy Storage System), dan mampu beroperasi optimal di segala kondisi cuaca.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya kolaborasi strategis antara pihaknya PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :![]() EVOLUTION INDONESIA FORUM Indonesia Punya 4.778 SPKLU Saat Ini, Ditargetkan 192 Ribu pada 2034 |
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan. Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik juga penting dalam menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diperoleh secara impor," ujar Edwin melansir keterangan tertulisnya, Kamis (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran SPKLU ini sekaligus memperkuat jaringan infrastruktur pengisian daya nasional yang terus bertumbuh. Hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra akan terus dipacu guna memastikan ketersediaan pengisian daya yang sebanding dengan masifnya pertumbuhan pengguna EV di tanah air.
Infrastruktur ini terdiri dari 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan satu konektor AC Medium Charging. Semua dirancang untuk melayani pengisian di lokasi dengan lalu lintas tinggi (high traffic area) serta kebutuhan pengisian daya singkat (fast turnaround time).
Keunggulan teknologi ini tercermin pada durasi pengisian baterai yang sangat efisien.
Sebagai gambaran, untuk mencapai pengisian dari 10 persen ke 80 persen, kategori medium charging hanya membutuhkan waktu 50 menit. Sementara untuk kategori ultra fast charging, waktu yang dibutuhkan 20 menit.
Dilengkapi dengan area tunggu yang nyaman, fasilitas ini menandai transformasi layanan pengisian daya, dari sekadar titik pengisian, menjadi pusat gaya hidup guna meningkatkan pengalaman pelanggan.
Presiden Komisioner MEBI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan komitmen perusahaan untuk mempercepat infrastruktur pengisian di tanah air.
Sedangkan CEO Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song menilai capaian ini sebagai langkah impresif dalam menghadirkan sistem pengisian daya berbasis kecerdasan buatan yang efisien bagi pelanggan.
"Kini, dalam waktu kurang lebih enam bulan, kita sudah bisa melihat hasil nyata yang luar biasa ini. Ini benar-benar pencapaian yang mengesankan," kata Jin Song.
(ryh/mik)[Gambas:Video CNN]

