Gaikindo Respons Positif Rencana Prabowo Dorong Industri Chip
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merespons arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengembangan industri semikonduktor untuk otomotif. Bagi asosiasi ini dapat menjadi sebuah peluang besar.
Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, mengatakan bahwa dorongan ini dinilai krusial di tengah ketergantungan sektor otomotif nasional terhadap komponen berteknologi tinggi dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyambut baik investasi-investasi di komponen otomotif," ujar Jongkie, melansir CNBC Indonesia, Rabu (14/1)
Menurut Jongkie pengembangan industri semikonduktor domestik dapat meningkatkan daya saing sekaligus mengurangi risiko gangguan produksi. Apalagi,ketergantungan impor chip selama ini menjadi salah satu titik lemah industri otomotif nasional, terutama di tengah fluktuasi rantai pasok global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan chip untuk kebutuhan otomotif dalam negeri masih diimpor," kata Jongkie.
Jika ekosistem chip lokal terbentuk, industri otomotif Indonesia dinilai memiliki peluang naik kelas dan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi berteknologi tinggi.
Isu mengenai dorongan Prabowo membangun industri chip mencuat setelah ia menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pengembangan investasi teknologi semikonduktor sebagai fondasi industri masa depan.
"Penguatan dalam sektor otomotif atau elektronik melalui investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik," tulis Sekretariat Kabinet dalam Instagram resminya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani.
Hadir pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
(ryh/dmi)[Gambas:Video CNN]

