Motor Honda Beat milik Affan Kurniawan, korban tewas akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8), akhirnya ditemukan setelah sebelumnya sempat dilaporkan hilang.
Menurut keterangan kerabat Affan, Iyan Ressy, skutik berkelir hitam dengan pelat B 5029 BNK itu sempat tak ditemukan usai peristiwa nahas terjadi.
Iyan sempat membuat unggahan yang berisi pengumuman terkait hal tersebut pada akun Instagram pribadinya. Kami sudah meminta izin kepada pemilik akun untuk mengutip pernyataan pada postingannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapapun yang bawa motor almarhum, tolong dikembalikan ke tempat kediaman korban. Kami berharap kejujuran Anda. Dan siapapun yang melihat, bisa infokan ke saya," tulis Iyan sekitar tujuh jam lalu.
Tak berselang lama, Iyan kembali membuat postingan terkait motor Affan telah ditemukan. Iyan turut menyertakan bukti foto Beat bersama empat orang pria, lengkap dengan STNK sebagai tanda bukti.
Iyan bilang saat ini motor telah kembali ke keluarga Affan.
"Alhamdulillah, motor almarhum Affan sudah ditemukan dan kembali ke keluarga. Terimakasih kepada teman-teman yang sudah membantu memberikan informasi," katanya.
Sebelumnya, Affan meregang nyawa setelah dilindas mobil rantis Brimob saat aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8). Namun, Ia tewas bukan karena sedang ikut demonstrasi pada Kamis (28/8) malam. Melainkan sedang mengantarkan pesanan makanan.
Tewasnya Affan memicu amarah publik. Tak hanya di ruang digital, massa juga menyerbu Mako Brimob Kwitang, Jakarta.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden itu. Sigit mengaku sangat menyesali peristiwa pelindasan yang terjadi.
"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya, saat ini kami sedang mencari keberadaan korban," ujarnya kepada wartawan lewat pesan singkat.
Sigit mengatakan saat ini Divisi Propam Polri juga telah dikerahkan untuk mengusut peristiwa tersebut. Ia secara khusus juga meminta maaf kepada keluarga korban serta kelompok Ojol.
"Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban, seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar Ojol," tuturnya.
(ryh/dmi)