Pada mobil keluaran terbaru, cara kerja komponen ini memanfaatkan cairan khusus yang biasa disebut coolant fluid. Namun ada juga pengendara yang memilih menggunakan air mineral atau air putih biasa sebagai pengisi ruang radiator untuk menjaga suhu mesin kendaraan tetap terjaga di kisaran 90 derajat.
Dan lebih ekstrem lagi, sebagian orang malah percaya air buangan ac rumah lebih baik untuk mengisi ruang radiator yang kosong. Bahkan banyak yang mengatakan memakai air ac lebih baik daripada cairan lainnya.
Lihat juga:Posisi Ban Saat Parkir Harus Lurus |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun beranggapan air tetesan ac dapat dipakai tanpa campuran coolant sekalipun untuk mendinginkan suhu mesin dengan syarat air sisaan ac tersebut tersimpan dalam tempat yang benar-benar bersih, jika tidak kotorannya akan ikut masuk ke dalam radiator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu memang bisa digunain dan kualitasnya baik. Cuma di kita kan lebih repot aja pakai air ac, pengennya yang gampang buka keran terus pakai airnya untuk radiator," ujarnya.
Sementara Dolf Valentino, Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta tidak membantah jika air ac dapat dipakai untuk mengisi radiator. Namun Ia menyarankan agar tetap memakai cairan yang sudah ditentukan, dalam hal ini coolant.
Praktis air ac bisa digunakan untuk radiator mobil, dengan syarat air terbebas dari debu dan kotoran saat dimasukan ke radiator mobil. (mik)