7 Pemain Naturalisasi Malaysia Resmi Bebas Sanksi FIFA

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 14:51 WIB
Malaysia's players pose before the start of the AFC Asian Cup qualifier Group F football match between Malaysia and Vietnam at the National Stadium Bukit Jalil in Kuala Lumpur on June 10, 2025. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Ilsutrasi timnas Malaysia yang diperkuat pemain naturalisasi. (AFP/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang disanksi FIFA karena proses ilegal resmi dinyatakan telah bebas dari sanksi per 1 November 2026.

Ketujuh pemain tersebut dinyatakan telah menjalani sanksi sebagaimana ditetapkan, sehingga hak-haknya sebagai pesepakbola profesional dikembalikan. Mereka bisa berlaga lagi bersama klub.

Pemain-pemain naturalisasi yang dimaksud adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, Rodrigo Halgado, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueireido, dan Hector Hevel. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini Garces terdaftar sebagai pemain Alaves di Spanyol, Machuca membela Independiente di Argentina, dan Holgado diperkirakan akan bergabung dengan DPMM, klub Brunei di liga Malaysia.

Adapun Irazabal, Palmero, Figueireido, dan Hevel tercatat sebagai pemain Johor Darul Ta'zim di Malaysia. Per November ini mereka semua sudah bisa membela klubnya masing-masing.

Untuk pemain-pemain yang berkiprah di Liga Malaysia, dinyatakan tetap bisa tampil dengan status pemain naturalisasi. Liga sepak bola Malaysia (MFL) menilai naturalisasi mereka sah.

Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa ketujuh pemain ini dinaturalisasi secara sah, oleh karena itu MFL masih menganggap mereka sebagai pemain domestik dengan status naturalisasi. 

Hanya saja pemain-pemain ini tidak akan dapat bermain untuk tim nasional Malaysia karena tak diakui FIFA. Mereka bisa membela Malaysia dapat membuktikan dokumen naturalisasi yang valid.

Sebelumnya, pada 26 September 2025, Komite Disiplin FIFA menetapkan bahwa Malaysia menggunakan dokumen palsu atau tidak sah dalam berkas pendaftaran tujuh pemain naturalisasi.

Dampaknya, FAM didenda 350.000 franc Swiss atau setara Rp7,7 miliar. Adapun pemain yang terlibat dalam naturalisasi ini disanksi tidak boleh beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan dan didenda Rp44 juta.

Setelah itu, pada 5 Maret 2026, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding FAM atas sanksi FIFA. Larangan FIFA tetap berlaku. CAS hanya mengurangi hukuman larangan aktivitas. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/ptr)
LIHAT SELENGKAPNYA