Pelatih pencak silat Kota Semarang Suyoto mengaku sangat terkejut dan tak percaya anak didiknya Ayudiah Rivana Tridiandinata meninggal dunia usai melakoni pertandingan Porprov Jateng 2026.
Suyoto menyebut dirinya masih sempat bercanda dengan atlet muda berusia 19 tahun tersebut di rumah sakit pascaoperasi. Melansir laporan Detik Jateng, momen kebersamaan terakhir itu terjadi pada Selasa (27/10) malam di RS Primaya Semarang.
Kesedihan dirasakan Suyoto setelah menerima kabar duka secara mendadak dari orang tua korban pada Rabu (28/10) pagi. Padahal, kondisi Rivana dinilai sangat stabil saat ditinggalkan di ruang perawatan beberapa jam sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi tadi kan di-WA sama ayahnya, Rivana meninggal. Loh, enggak percaya saya. Kan tadi malam sudah bercanda," kata Suyoto dikutip dari detik.
Suyoto menceritakan bahwa dirinya setia mendampingi sang atlet hingga sadar penuh dari pengaruh obat bius. Ia bahkan sempat menanyakan secara langsung bagian tubuh mana yang masih terasa sakit.
"Kamu yang dirasa sakit apa? Ini," ujarnya menirukan ucapan Rivana yang menunjuk jari tangannya.
Ekspektasi untuk melihat sang atlet kembali berlaga di gelanggang sempat terucap dalam percakapan malam tersebut. Rivana sempat optimis segera pulih dan Kembali bertanding.
"Besok kalau sehat main lagi," kata Suyoto meniru ucapan almarhumah.
Rivana mengalami patah jari tengah usai terkena tendangan lawan dari Kabupaten Batang. Tim pelatih dan medis langsung melarikan korban ke rumah sakit untuk tindakan medis darurat.
Prosedur operasi penanganan cedera jari dilakukan pada Selasa sore sekitar pukul 18.00 WIB. Operasi itu berjalan lancar. Pihak keluarga maupun pelatih sempat lega lantaran penanganan medis dinilai berjalan tanpa kendala berarti.
"Orang tuanya pada jam 19.30 WIB juga sempat menyampaikan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah. Namun, pagi-pagi bapaknya mengabari kalau dia sudah tidak ada," tutur Koordinator Pelatih Pencak Silat Semarang Nurfaqih.
Selengkapnya baca di sini.