PSM Siapkan Strategi Lawan Persebaya, Antisipasi Bola Mati Bahaya

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 10:33 WIB
PSM vs Arema. Dok Arema
PSM Makassar akan menjamu Persebaya Surabaya pada lanjutan Super League 2026/2027. (Dok Arema)
Makassar, CNN Indonesia --

PSM Makassar mematangkan persiapan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga lanjutan Super League di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10).

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengatakan persiapan tim berjalan positif setelah pertandingan pekan sebelumnya melawan PSIS yang berhasil membawa kemenangan perdana bagi Juku Eja.

"Kami merasa tim menjadi jauh lebih lengkap. Koordinasi dan pembagian tugas di dalam tim juga berjalan jauh lebih baik. Saya sangat puas dengan perkembangan tersebut," kata Darije sesi prematch, Rabu (21/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darije menuturkan PSM telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi Persebaya yang dinilai sebagai salah satu lawan kuat yang penuh ambisi.

"Saya pikir kami telah melakukan segala sesuatu untuk mempersiapkan diri seoptimal mungkin menghadapi pertandingan ini," ujarnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian PSM adalah kekuatan tim Bajul Ijo dalam memanfaatkan situasi bola mati. Berdasarkan analisis terhadap lima pertandingan terakhir lawan, PSM melihat Persebaya cukup berbahaya dalam situasi tersebut serta memiliki kemampuan memenangi duel.

Dari enam gol yang dibukukan Persebaya, setidaknya ada dua yang berasal dari bola mati. Dalam laga terakhir melawan PSS, salah satu gol Persebaya bermula dari sepak pojok.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Darije, Juku Eja juga harus menghindari pelanggaran yang tidak perlu di area berbahaya, termasuk memberikan tendangan bebas dan sepak pojok kepada lawan.

"Kami memberikan perhatian besar terhadap situasi bola mati Persebaya. Kami sudah membicarakan hal tersebut dengan para pemain dan juga berlatih untuk mengantisipasinya," tuturnya.

Meski demikian, PSM dipastikan kehilangan bek Dusan Lagator yang harus absen akibat kartu merah. Darije menyayangkan keputusan tersebut karena menilai sang pemain sedang berada dalam performa yang bagus dan konsisten memberikan kontribusi bagi tim.

Menurut Darije, kontak yang terjadi antara Dusan dan pemain lawan tidak seharusnya berujung kartu merah.

"Sangat disayangkan kami harus kehilangan Dusan untuk pertandingan besok karena kesalahan seperti itu," pungkasnya.

(mir/nva)