Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag blak-blakan mengatakan soal buruknya budaya di lingkup The Red Devils.
Hal itu diungkapkan oleh Ten Hag dalam wawancaranya dengan The Athletic, seperti dilansir dari Daily Mail. Menurut pelatih asal Belanda itu, manajemen MU melakukan pembiaran akan hal tersebut.
Ten Hag melatih MU dari 2022 hingga akhirnya dipecat pada Oktober 2025. Selama melatih MU, Ten Hag terlibat konflik dengan beberapa pemain seperti Cristiano Ronaldo, Marcus Rashford, hingga Jadon Sancho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ten Hag mengklaim bahwa dirinya tidak didukung oleh pihak klub untuk menegakkan disiplin selama melatih di sana. Mantan pelatih Ajax Amsterdam itu memang dikenal sebagai sosok yang otoriter di ruang ganti.
Sebagai contoh, Rashford sempat dicoret dari tim inti ketika melawan Wolverhampton Wanderers di Premier League. Sebabnya, Rashford bangung kesiangan dan terlambat menghadiri rapat tim.
"Jadi, mereka [pihak klub] terus melanggengkan budaya yang toxic; mereka justru menyuburkannya dan memberikan kekuasaan kepada para pemain," ucap Ten Hag.
"Rashford adalah pemain yang luar biasa, asalkan pola pikirnya tepat. Saya selalu menunjukkan kepadanya dan sering memainkannya. Namun, ketika standar tertentu tidak terpenuhi, terkadang Anda harus melakukan koreksi."
Selama menukangi MU, Ten Hag tercatat memenangi dua gelar juara yakni Piala Liga Inggris 2022/2024 dan Piala FA 2023/2024.