Ni Nengah Raih Medali Pertama Indonesia di Asian Para Games 2026

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 15:54 WIB
Lifter Indonesia Ni Nengah Widiasih berpose bersama medali perunggu yang diraihnya dalam pertandingan para angkat berat nomor 41 kg putri Asian Para Games 2026 di Nagoya City Trade & Industry Center, Nagoya, Jepang, Senin (19/10/2026). Widi berhasil
Ni Nengah Widiasih persembahkan medali pertama Indonesia di Asian Para Games 2026. (NPC INDONESIA/AGUNG WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Atlet para angkat besi Indonesia, Ni Nengah Widiasih, sukses menjadi peraih medali pertama kontingen Merah Putih di Asian Para Games 2026.

Widi, sapaan akrabnya, mendapatkan medali perunggu dari kelas 41 kg putri saat bertanding di Nagoya City Trade and Industry Center, Prefektur Aichi, Jepang, Senin (19/10) siang waktu setempat.

Angkatan terbaik seberat 97 kg menempatkan Widi di posisi ketiga di bawah atlet asal China, Zhe Chui dengan angkatan 120 kg dan wakil Kazakhstan, Tursynay Kabyl dengan angkatan 104 kg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Torehan medali perunggu ini membuat Widi melanjutkan tradisi medali setiap kali turun di ajang Asian Para Games. Dalam tiga edisi sebelumnya, dari 2014, 2018 hingga 2022, Widi selalu mendapatkan medali perak.

Usahanya untuk kembali meraih medali perak terbilang sulit mengingat China juga memindahkan Cui Zhe dari kelas 45 kg ke kelas 41 kg sekaligus mengikuti langkah Widi. Cui Zhe merupakan peraih medali emas kelas 45 kg di Asian Para Games 2022. Sementara Tursynay Kabyl merupakan peraih perak 41 kg putri edisi 2022 lalu.

Meski dari sisi persembahan medali turun dari perak ke perunggu, Widi merasa sangat senang. Ia tak bisa bertanding dengan kondisi terbaik karena sempat mengalami cedera robek otot bahu dalam kejuaraan di Mesir akhir tahun lalu.

"Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak," ujar Widi selepas pertandingan.

Karenanya, atlet asal Bali itu mengaku kondisi fisiknya belum prima. Cedera bahu membuat performa atlet 33 tahun itu tak bisa seperti sedia kala. 

"Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles" ujarnya.

Selain faktor cedera, ia juga menyoroti peta persaingan di kelasnya yang kini semakin ketat dengan hadirnya deretan atlet muda.

[Gambas:Video CNN]

"Sekarang di kelas saya banyak sekali atlet muda. Saya dan atlet asal China rasanya sudah seperti legenda di antara mereka. Namun, saya bersyukur masih bisa menjaga performa dan bersaing dengan atlet-atlet muda ini," katanya.

Mengenai kelanjutan kariernya, Widi mengisyaratkan bahwa edisi kali ini kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya di Asian Para Games. Kendati demikian, fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi fisik bersama tim medis dan mengejar poin kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles (LA) 2028.

"Saya punya tim medis dan fisioterapis di Solo yang terus mendampingi pemulihan bahu saya. Target utama saya saat ini adalah fokus menyembuhkan cedera dan mengejar peringkat dunia agar bisa lolos ke Paralimpiade LA dua tahun lagi, yang kemungkinan akan menjadi Paralimpiade kelima sekaligus penutup karier saya," ucap Widi.

(ikw/jal)