Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti merupakan ganda campuran Indonesia kelima yang menjadi juara dunia junior.
Harapan di sektor ganda campuran pada masa yang akan datang masih ada. Luthfi/Dian menunjukkan kapasitas sebagai kampiun. Kemenangan 2-1 (17-15, 8-15, 16-14) atas Yi Lang Feng/Meng Han Li menunjukkan kesiapan taktik, mental, dan fisik bersaing dengan pasangan-pasangan andalan dari negara lain.
Luthfi/Dian mengulang capaian Indonesia dalam ajang individual Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak digelar pada 1992, Indonesia sudah menempatkan lima pasangan sebagai juara dunia junior pada sektor ganda campuran.
Pasangan ganda campuran pertama asal Indonesia yang menjadi juara dunia junior adalah Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja yang naik podium teratas pada 2011.
Setahun berselang giliran Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti yang jadi juara dunia junior.
Setelah dominasi China sejak 2013 hingga 2016, pasangan Indonesia kembali merebut gelar pada 2017 melalui Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Berjarak satu tahun kemudian giliran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang merebut gelar prestisius di sektor ganda campuran.
Butuh waktu delapan tahun untuk melihat pasangan ganda campuran Indonesia menjadi juara. Luthfi/Dian membuktikannya pada tahun ini.
Ganda campuran merupakan sektor yang paling sering menyumbang gelar untuk Indonesia dalam ajang Kejuaraan Dunia Junior.
Sektor tunggal putra baru sekali memboyong gelar. Sementara sektor tunggal putri dan ganda putra punya dua gelar.
Setelah menjadi juara dunia junior, tantangan akan menanti Luthfi/Dian. Selain itu, melihat empat juara dunia junior sebelumnya, Luthfi/Dian bisa saja dipecah.
Ganda Campuran Indonesia yang Menjadi Juara Dunia Junior:
2011: Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja
2012: Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti
2017: Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari
2018: Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil
2026: Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti