Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) sedang melakukan proses alih warga negara petenis putri asal Rusia.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP Pelti Ardi Rivali menjelaskan naturalisasi Arina Varaksina membutuhkan waktu karena sampai saat ini masih dalam pengurusan dokumen oleh bidang hukum induk organisasi olahraga tenis di Indonesia tersebut.
"Dia sudah tinggal di Indonesia selama lebih dari 10 tahun sejak umur setahun dan tertarik membela Indonesia," kata Ardi dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Pelti fokus mempersiapkan SEA Games 2027. Lantaran memperkirakan sejumlah atlet utama berpotensi absen karena jadwal turnamen yang padat, Pelti menyiapkan pemain lapis kedua untuk memperkuat kedalaman skuad.
Arina merupakan atlet berusia 19 tahun yang tidak memiliki darah Indonesia, namun menghabiskan masa kecil dan tumbuh di Indonesia. Sempat berlatih di Rusia, kini Arina sudah kembali berada di Indonesia.
Ardi menilai kualitas Arina yang kini menempati peringkat 900 dunia cukup baik lantaran pernah mengalahkan pemain berperingkat 150 dunia.
Menurutnya pencapaian itu menggambarkan kemampuan Arina yang pernah tampil di turnamen-turnamen level nasional di Indonesia, seperti di Kejurnas 2025 dan Liga Tenis Indonesia. Arina juga berstatus sebagai juara Kejurnas Piala Kasau pada awal 2026.
Pelti berharap proses adminitstrasi Arina berjalan lancar sehingga bisa memperkuat Indonesia pada SEA Games 2027.
Selain Arina, Pelti juga memantau petenismuda, Ethan David Zapp yang memiliki darah Indonesia dan Jerman.
(nva/nva)