Malaysia Butuh Rp1 M Per Bulan Kalau Mau Datangkan Moriyasu

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 19:02 WIB
Soccer Football - AFC Asian Cup - Group D - Japan v Vietnam - Al Thumama Stadium, Doha, Qatar - January 14, 2024 Japan coach Hajime Moriyasu REUTERS/Thaier Al-Sudani
FAM dikabarkan ingin rekrut Hajime Moriyasu jadi pelatih timnas Malaysia. (REUTERS/THAIER AL-SUDANI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diperkirakan harus merogoh kocek hingga Rp1 miliar per bulan jika serius ingin memboyong pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, untuk menukangi Harimau Malaya.

Agen ternama Malaysia Effendi Jagan Abdullah menjelaskan bahwa besaran nilai kontrak untuk juru taktik asal Negeri Sakura tersebut sangat bergantung pada profil, pengalaman internasional, serta rekam jejak prestasi yang ditawarkan.

Effendi Jagan menyebut, sebagai opsi, biaya minimum untuk mendatangkan pelatih lain asal Jepang dengan kualifikasi tinggi di level Asia dipatok mulai dari Rp510 juta per bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika menginginkan pelatih yang berada di level tertinggi dan bernama besar di Asia, saya rasa paling minim FAM harus menyiapkan dana sekitar US$30 ribu per bulan," ujar Effendi dilansir dari Berita Harian.

Effendi menambahkan, angka tersebut bisa melambung hingga dua kali lipat untuk nama-nama papan atas seperti Moriyasu. Menurutnya, FAM harus berani melakukan investasi besar demi mengangkat prestasi Malaysia.

"Jadi, FAM perlu siap berinvestasi besar-besaran karena kita tidak bisa hanya mempekerjakan pelatih biasa-biasa saja untuk mengelola skuad Harimau Malaya. Kita perlu memastikan kita mendapatkan pengembalian yang baik atas nilai investasi," ucap Effendi.

Munculnya nama pelatih timnas Jepang tersebut berawal dari laporan media lokal Jepang, Sakanowa, yang mengklaim Moriyasu masuk dalam bursa calon juru taktik anyar Harimau Malaya.

Rumor tersebut kian santer berembus setelah media Vietnam, Tien Phong, ikut menyoroti langkah FAM dalam memburu pelatih asing kelas atas.

Kendati demikian, Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan langsung membantah kabar burung tersebut. Pihaknya menegaskan belum ada negosiasi resmi maupun kontak langsung yang dilakukan dengan pihak Moriyasu.

"Belum ada langkah konkret dari pihak FAM. Kami masih akan mendiskusikan masalah ini secara mendalam," kata Ghani meluruskan spekulasi beredar.

Saat ini skuad Malaysia masih didampingi oleh pelatih interim Tan Cheng Hoe. Juru taktik lokal tersebut baru saja mengantarkan tim Harimau Malaya mengamankan posisi ketiga di FIFA ASEAN Cup 2026.

Adapun jika melihat kontrak Moriyasu bersama timnas Jepang, itu akan habis pada awal tahun 2027. Artinya, Piala Asia tahun depan jadi turnamen terakhir Moriyasu bersama Samurai Biru.

[Gambas:Video CNN]

(kar/kar/jun)