Bandara Arab Saudi Diserang, Korea Selatan Soroti Rencana Uji Coba

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 21:25 WIB
Korea Selatan (merah) kaji ulang rencana uji coba lawan Arab Saudi imbang bandara diserang Houthi.
Korea Selatan (merah) kaji ulang rencana uji coba lawan Arab Saudi imbang bandara diserang Houthi. (REUTERS/KIM SOO-HYEON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengkaji ulang rencana uji coba dengan Arab Saudi pada November mendatang buntut diserangnya Bandara King Khalid International Airport di Riyadh pada Sabtu (10/10).

Serangan milisi penguasa Yaman Houthi tersebut menewaskan 13 orang dan sekitar 300 orang luka-luka, termasuk warga negara asing.

Insiden di ibu kota Arab Saudi itu jadi sorotan tajam Korea Selatan. Pasalnya, Taegeuk Warriors berencana menggelar pertandingan persahabatan pada FIFA Matchday November mendatang di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Sedaily, timnas Korea Selatan akan melakoni dua laga uji coba tandang di Arab Saudi yang juga akan jadi tuan rumah Piala Asia 2027 pada periode 9 hingga 17 November.

Salah satu uji coba itu melawan Arab Saudi, sedangkan pertandingan lain akan berlangsung di negara tetangga. Sementara Arab Saudi dijadwalkan menghadapi Uzbekistan dan Korea Selatan.

Namun mengingat ada peringatan perjalanan ke Arab Saudi, KFA mengatakan sedang meninjau ulang rencana uji coba tersebut. Ada peluang laga persahabatan itu berlangsung di tempat netral atau di Korea Selatan.

"Kami terus menjalin komunikasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan memantau situasi di lapangan secara cermat," demikian pernyataan asosiasi tersebut.

"Keputusan mengenai jadi atau tidaknya turnamen ini bergantung pada AFC, namun untuk jeda internasional bulan November, kami sedang dalam tahap meninjau berbagai skenario."

Dalam pemberitaan itu disebutkan, meningkatnya kekhawatiran itu membuka peluang dipindahkannya Piala Asia 2027 yang berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari ke tempat lain.

Pada April lalu sejumlah media asing melaporkan Australia sempat diusulkan sebagai tuan rumah alternatif efek meluasnya konflik di Timur Tengah. Kendati begitu AFC menegaskan belum secara resmi membahas perubahan lokasi pertandingan.

[Gambas:Video CNN]

(sry/nva)