Dominasi Aprilia Ancam Ducati usai Pertamina MotoGP Mandalika

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 07:24 WIB
Ducati mulai ketar-ketir dengan ancaman Aprilia usai mendominasi di Pertamina MotoGP Mandalika 2026.
Ducati mulai ketar-ketir dengan ancaman Aprilia usai mendominasi di Pertamina MotoGP Mandalika 2026. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajer Ducati, Davide Tardozzi menilai dominasi Aprilia dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit dianggap sebagai ancaman timnya untuk MotoGP 2026.

Aprilia memberikan bukti sebagai pesaing berat Ducati di MotoGP 2026 setelah menempati empat besar Pertamina MotoGP Mandalika 2026.

Marco Bezzecchi menjadi pemenang dalam Pertamina MotoGP Mandalika 2026. Kemudian Raul Fernandez dari tim satelit Aprilia, Trackhouse meraih podium kedua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jorge Martin yang jadi pesaing utama Marc Marquez dalam gelar juara musim ini di podium ketiga. Sedangkan rekan Fernandez, Ai Ogura di posisi empat.

Marc Marquez yang finis keenam untuk kali pertama meraih poin dalam balapan grand prix Pertamina MotoGP Mandalika. Akan tetapi hasil tersebut membuat Martin kembali ke puncak klasemen MotoGP 2026.

"Kalau hanya melihat hasilnya, itu sukses buat kami. Masalah sebenarnya adalah Aprilia terbukti lebih unggul, meski kami memperkirakan mereka akan kurang dominan. Sirkuit mendatang, terutama Phillip Island, akan sangat penting untuk menilai peluang kami," ujar Tardozzi kepada Moto.it dikutip dari Motorcyclesports.

Tardozzi menganggap MotoGP Australia 2026 yang jadi balapan berikutnya sebagai ujian bagi Ducati. Sirkuit Phillip Island memiliki sejumlah tikungan cepat yang bisa memberikan keuntungan kepada Aprilia.

"Trek itu memiliki tikungan yang sangat cepat, yang menurut saya menguntungkan Aprilia ketika motor mereka mencapai sudut kemiringan maksimum."

"Kita lihat saja nanti. Jika kami berhasil mempertahankan diri di sana, saya pikir kejuaraan akan tetap terkendali. Masih ada 185 poin yang dipertaruhkan, dan kami hanya tertinggal dua poin," ucap Tardozzi.

Dalam kesempatan itu Tardozzi juga menyinggung Aprilia akan menggunakan team order jika membutuhkan taktik tersebut dalam perburuan gelar juara MotoGP 2026.

"Mereka mempunyai hak untuk memberikan perintah kepada pengendaranya, dan saya yakin mereka akan melakukan itu cepat atau lambat," kata Tardozzi.

"Saya juga akan melakukan hal yang sama. Di masa lalu, kami selalu mendukung pengendara satelit kami dan bahkan melawan mereka, berusaha untuk menjaga agar semua pengendara tetap selaras. Mereka berjuang melawan pabrikan lain, jadi saya berharap mereka menggunakan semua cara yang ada," ujar Tardozzi melanjutkan.

[Gambas:Video CNN]

(sry/nva)