Veda Ega Pratama membeberkan kesulitan yang dihadapi saat tampil dalam Moto3 Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Dalam balapan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada Minggu (11/10) tersebut Veda finis di peringkat keenam. Ini merupakan posisi terbaik Veda dalam lima balapan terakhir.
Meski bisa berada di posisi enam besar, Veda menyebut situasi balapan di siang yang terik tersebut sangat tidak mudah. Veda harus bekerja keras untuk bisa berada di urutan keenam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang bisa finis di posisi enam besar hari ini [Minggu, 11/10] dan meraih poin-poin penting. Saya sangat menikmati balapan ini," kata Veda dalam rilis resmi Honda Team Asia.
"Target saya adalah melakukan start yang bagus dan tetap berada di grup terdepan, dan menurut saya kami berhasil melakukannya dengan baik di awal balapan," ucap pemuda 19 tahun ini.
Saat balapan, Veda sempat berada di posisi kelima, tetapi juga sempat tercecer ke peringkat kedelapan. Menurut Veda, persaingan saat balapan memang sangat ketat dan intens.
"Ada banyak pertarungan, aksi saling menyalip, dan sedikit kontak fisik, yang terkadang menciptakan jarak antar-grup. Saya terus memacu motor di setiap lap dan berusaha mengejar para pembalap di depan."
"Ada kalanya saya berhasil memangkas jarak, namun di saat lain saya agak kesulitan, jadi tidak mudah untuk menutup celah tersebut sepenuhnya," ucap pembalap asal Gunungkidul ini menjelaskan.
Berkat finis di posisi keenam, Veda mengoleksi 115 poin dari 15 seri balapan musim ini. Adapun gelar juara Moto3 2026 telah dikunci pembalap CFMoto Aspar Team asal Spanyol, Maximo Quiles.
(abs/jun)