Hector Souto mendorong para pemain Timnas Futsal Indonesia untuk memberanikan diri berkarier di luar negeri.
Langkah ini dinilai jadi solusi paling efektif untuk memangkas kesenjangan kualitas dengan negara-negara kuat futsal dunia.
Souto menilai kompetisi Eropa seperti Liga Spanyol memiliki tempo permainan jauh lebih cepat. Kualitas liga domestik Indonesia diakui terus berkembang, tetapi ritme kompetisinya masih berada di bawah level Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru taktik asal Spanyol itu memberi contoh konkret dari cabang olahraga sepak bola. Keputusan yang sempat diambil Marselino Ferdinan berkarier di Inggris dinilai sebagai langkah yang perlu ditiru.
"Cara termudah memperkuat tim nasional kita adalah mengirim pemain berkarier di luar negeri. Kesenjangan kompetisi liga itu nyata dan harus dipangkas," kata Hector di GOR POPKI, Jakarta Timur, Kamis (8/10).
"Kita harus memangkas kesenjangan kualitas antara kedua kompetisi liga. Memang benar liga kita (PFL) terus berkembang, tetapi Liga Spanyol adalah kompetisi terbaik di dunia dan tempo permainannya jauh lebih cepat dibandingkan di sini," tambah mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu.
Souto memaparkan pemain yang tampil di Eropa akan terbiasa berlatih dengan atmosfer kompetitif setiap hari. Pengalaman menghadapi pemain Spanyol hingga Brasil dinilai bakal membentuk mental bertanding secara alami.
Ia juga mencontohkan proses panjang pemain asal Thailand, Muhammad Osamanmusa, saat baru menembus Liga Spanyol. Osamanmusa yang awalnya sering duduk di bangku cadangan kini berhasil menembus jajaran pemain utama.
"Contoh nyatanya adalah Muhammad Osamanmusa dari Thailand. Saat awal berkarier di Spanyol, dia hampir tidak pernah diturunkan. Namun sekarang, dia sudah masuk dalam rotasi utama dan sering masuk dalam starting five. Inilah proses yang harus kita tiru," terang Souto.
"Jadi, cara terbaik memajukan Timnas futsal kita adalah mengirim para pemain ke luar negeri agar memperoleh jam terbang. Awalnya mungkin hanya menjadi pilihan ke-12 di dalam tim, lalu naik menjadi pilihan ke-10, kemudian terus berkembang," imbuhnya.
(kar/kar/jun)