Pengamat sepak bola nasional, Supriyono, menyebut Timnas Indonesia masih punya dua pekerjaan rumah (PR) setelah juara FIFA ASEAN Cup 2026.
"Aspek transisi masih jadi PR yang belum selesai. Kalau kita lihat lebih ke belakang, kekalahan kita lawan Vietnam [di Piala AFF 2026] itu akibat transisi dan memang perlu diperbaiki."
"Kemudian di set piece yang belum terlalu klinis terlepas ada gol dari tendangan Dean James [lawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026]. Tapi nanti di Piala Asia 2027 kita akan ketemu dengan Jepang, Qatar, dan Thailand sehingga set piece itu harus dimaksimalkan," kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait transisi, Supriyono berpendapat vitalnya peran Thom Haye dan Joey Pelupessy di lini tengah. Menurutnya, pendekatan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menerapkan permainan terbuka membuat sektor tengah rentan dieksploitasi lawan.
"Artinya ketika menempatkan dua holding mildfielder itu, [Indonesia] belum bisa jadi penyaring karena di saat yang sama fullback kita terlalu tinggi dalam melakukan serangan," ujarnya.
Lebih lanjut, eks pemain Timnas Indonesia Primavera itu juga mengusulkan pelapis Joey Pelupessy sebagai gelandang jangkar. Menurutnya, dalam skuad Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tak ada pemain dengan karakter serupa Pelupessy di bangku cadangan.
Nama gelandang bertahan Borneo FC, Rivaldo Pakpahan jadi satu sosok yang diusulkan. Menurut Supriyono, posisi Joey Pelupessy butuh pelapis dengan karakter serupa dan kualitas menjanjikan.
"Butuh sekali [pelapis Pelupessy]. Untuk konsep turnamen tentu butuh karena kita tidak tahu kondisi ke depannya seperti apa. Terus kemudian khawatir kena kartu kuning. Saya sampaikan Rivaldo Pakpahan bisa jadi salah satu opsi," ucapnya.
(ikw/nva)