FIFA ASEAN CUP 2026

FIFA: Duel Verdonk vs Sarach Jadi Kunci Timnas Indonesia vs Thailand

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 17:30 WIB
Calvin Verdonk beraksi pada laga Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Calvin Verdonk disebut FIFA akan menjadi pemain kunci Indonesia saat melawan Thailand. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duel Calvin Verdonk versus Sarach Yooyen disebut FIFA akan menjadi kunci pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia kontra Thailand.

Laga Timnas Indonesia versus Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10) malam. Kick off akan dimulai pada pukul 20:00 WIB.

Menjelang pertandingan ini FIFA memprediksi duel lini tengah akan menjadi kunci. Lebih khusus FIFA menyorot duel Verdok versus Sarach. Dua pemain ini dianggap kunci dari kedua sisi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tiga laga sebelumnya, Verdonk dua kali menjadi gelandang dan sekali sebagai bek sayap. Mobilitas pemain LOSC Lille diprediksi menjadi kunci Indonesia menguasai lini tengah.

"Setelah tampil sebagai starter di ketiga pertandingan babak penyisihan grup, ketenangan dan pengalaman Calvin Verdonk sangat penting bagi Indonesia," tulis FIFA dalam analisisnya.

"Bek sayap yang berorientasi menyerang ini memiliki statistik mengesankan baik dalam bertahan maupun menyerang, dengan stamina luar biasa menjadikannya sosok yang dapat diandalkan bagi tuan rumah." 

Salah satu pemain yang harus ditangani Verdonk di lini tengah adalah Sarach Yooyen. Pemain Port FC ini disebut FIFA sebagai 'ruh' permainan War Elephant, julukan Thailand.

"Di kubu Thailand, pengalaman luas dan ketenangan Sarach Yooyen di bawah tekanan sekali lagi bisa menjadi tulang punggung permainan Changsuek [julukan timnas Thailand]."

"Berperan sebagai gelandang tengah, distribusinya akan sangat penting, sekaligus berfungsi sebagai lini pertahanan pertama bagi tim asuhan Anthony Hudson," tulis FIFA menganalisis. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/ptr)