Atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah akan memenuhi nazarnya usai meraih medali emas Asian Games 2026, Kamis (1/10).
Dara 20 tahun yang biasa disapa hani itu ingin menggunakan bonus yang diterimanya dari Asian Games Rp3 miliar, untuk mewujudkan harapan sang ibunda, Nurlisa, umrah ke Tanah Suci.
Nazar itu diungkap Nurisa setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137, dalam nomor compound individual putri di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan dari ibu, cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu," ujar Hani setelah pertandingan, dalam rilis resmi NOC Indonesia, Kamis (1/10).
Emas tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Hani karena Asian Games Aichi-Nagoya merupakan debutnya di ajang multi-event tersebut. Ia juga tidak memasang target tinggi.
"Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya," kata Nurisa mengisahkan perjalanannya yang penuh kejutan dalam Asian Games edisi ke-23 ini.
Nurisa memang bukan unggulan nomor compound. Pada babak kualifikasi, pemanah asal Semarang tersebut berada di peringkat kedelapan dengan mengumpulkan 701 poin.
"Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasilnya mengikuti. Ternyata di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan," ujarnya.
Salah satu pertandingan yang paling menantang bagi Nurisa adalah menghadapi wakil Korea Selatan, Oh Yoo Hyun pada babak semifinal. Ketika itu kondisi angin berubah dan sempat membuatnya panik.
"Baru hari ini panas, matahari datang, kemudian angin. Saya sempat agak panik, lawan juga panik, tapi Alhamdulillah saya bisa menang, selisihnya empat poin," kata Hani.
Kemenangan atas Cojuangco kemudian mengantarkan Hani ke podium tertinggi Asian Games pertamanya. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kejutan yang tidak terduga dalam kariernya.
(nam/abs/jal)