Ancaman sanksi berat membayangi Manchester City usai dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan oleh Komisi Independen Premier League.
Man City disebut melakukan pelanggaran selama hampir satu dekade, tepatnya pada 2009 hingga 2018. Dalam periode itu, The Citizens tiga kali menjadi juara yakni pada musim 2011/2012, 2013/2014, dan 2017/2018.
Jika kelak benar ada pencabutan gelar dan penyerahan gelar kepada tim yang finis di posisi runner up, maka skenario itu akan mengubah peta sejarah juara Premier League.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manchester United bisa mengambil untung dengan meraih dua gelar tambahan untuk musim 2011/2012 dan 2017/2018 karena mengakhiri musim sebagai tim peringkat dua. Sementara itu, Liverpool berpeluang menduduki takhta juara musim 2013/2014.
Dilansir dari Sports Illustrated, skenario redistribusi gelar ini peluangnya kecil. Begitu pula peluang hukuman meluas ke lima trofi era Pep Guardiola pada rentang 2019 hingga 2024. Hal tersebut berlaku jika sanksi mencakup periode lanjutan.
Premier League merilis pernyataan resmi terkait hasil investigasi komisi independen. Manchester City terbukti melakukan pelanggaran keuangan secara sistematis selama sembilan musim.
"Komisi independen telah menyatakan Manchester City FC bersalah atas semua tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan Liga Premier selama periode sembilan musim, dan sebagian besar tuduhan terkait kegagalannya untuk bekerja sama dengan investigasi Liga," tulis keterangan resmi Premier League.
Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters menegaskan bahwa investigasi independen ini berhasil membuktikan tindakan pelanggaran klub asal kota Manchester tersebut.
"Ini merinci bagaimana klub secara sistematis melanggar aturan Premier League selama hampir satu dekade," kata Masters dilansir dari situs resmi Premier League.
"Ini juga membenarkan keputusan Premier League untuk melanjutkan kasus ini terhadap Manchester City. Meskipun prosesnya panjang dan sulit, Premier League tetap bertekad untuk menetapkan fakta secara independen," lanjutnya.
Di sisi lain, pihak Manchester City dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Manajemen klub langsung mengumumkan langkah perlawanan hukum usai keputusan dirilis dan memastikan bakal mengajukan banding.
"Klub tidak bersalah atas tuduhan yang dibuat Premier League dan ada bukti yang tidak terbantahkan guna mendukung semuanya dalam kasus ini. Oleh karena itu, Klub akan terus dan proaktif di semua forum regulasi dan hukum yang sesuai," tulis pernyataan resmi Manchester City.
"Proses masih berlangsung dan beberapa elemen penting belum selesai. Manchester City FC sekarang menempuh jalur banding yang ada, dengan alasan bahwa opini tersebut mengandung kesalahan material yang jelas, baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta, dan tidak aman," ujar pihak klub.
Hingga kini belum ada keputusan soal sanksi untuk Man City dari Premier League.
(kar/nva)