Bangladesh Janji Main Habis-habisan, Indonesia Patut Waspada

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 10:41 WIB
Timnas Indonesia tidak boleh anggap remeh Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia tidak boleh anggap remeh Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia tidak bisa menganggap remeh Bangladesh yang berjanji tampil habis-habisan dalam pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10).

Timnas Indonesia membutuhkan banyak gol saat menghadapi Bangladesh demi mengalahkan produktivitas gol Malaysia guna lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026.

Akan tetapi, asa Indonesia berpesta gol dalam laga pemungkas itu bisa dapat ganjalan dari Bangladesh. Kendati sudah tersingkir dari FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh ingin tampil habis-habisan melawan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah membicarakan betapa kami harus berjuang demi negara, penggemar, keluarga, dan federasi. Kami di sini bukan untuk berlibur, melainkan untuk bertarung melawan tim-tim yang peringkatnya jauh di atas kami," ucap pelatih Bangladesh, Thomas Dooley.

"Kami harus berani bertarung; kami tidak bisa bermain hanya dengan sepuluh, sembilan, atau delapan pemain di lapangan. Setiap orang harus memberikan segalanya," tutur Dooley menambahkan.

Setelah kalah 0-3 dari Malaysia pada laga pertama FIFA ASEAN Cup, Bangladesh dianggap Dooley mengalami peningkatan ketika kalah 0-1 dari Singapura. Peningkatan itu juga yang diyakini Dooley bisa terus dimiliki Bangladesh saat bentrok dengan Timnas Indonesia.

"Kami menghadapi tim yang bagus. Apakah mereka sebagus Bahrain atau tim-tim peringkat 100 besar? Belum tentu. Namun, mereka lebih baik daripada kami saat ini, dan kami masih bisa berkembang. Peningkatan selalu datang ketika Anda berbuat kesalahan lalu memperbaikinya, atau ketika Anda menemukan taktik yang berhasil dan mendatangkan rasa percaya diri," ucap Dooley.

Dooley meminta tim berjulukan Tigers of Bengal berani memainkan bola dalam setiap pertandingan, termasuk melawan Timnas Indonesia dan tidak memainkan bola-bola panjang.

"Karena secara statistik, 90 persen umpan lambung jarak jauh akan hilang begitu saja. Anda kehilangan bola lalu terpaksa mengejarnya. Saya suka memainkan sepak bola, bukan mengejar bola. Saat melawan Malaysia, rata-rata pemain kami berlari sejauh 9.500 hingga 10.000 meter. Itu jarak yang sangat jauh. Namun, 8.000 meter di antaranya dihabiskan hanya untuk mengejar bola. Itu bukan permainan yang baik," ujar Dooley.

[Gambas:Video CNN]

(sry/nva)