Sukses Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyabet medali emas ganda putra Asian Games 2026 membuktikan langkah PBSI kembali memasangkan Leo/Daniel merupakan keputusan yang tepat.
Tampil sebagai ganda putra non-unggulan di Asian Games 2026, Leo/Daniel sukses meraih medali emas usai mengalahkan unggulan ketiga asal China, Liang Weikeng/Wang Chang, dalam pertandingan tiga game 19-21, 21-13, 21-18 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa (29/9).
Leo/Daniel sempat dipisah. Leo sempat dipasangkan dengan Bagas Maulana, Daniel berpasangan Muhammad Shohibul Fikri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak kembali dipasangkan pada April 2026, reuni Leo/Daniel terus membuahkan hasil positif bagi badminton Indonesia. Sebelum merebut medali emas ganda putra Asian Games 2026, Leo/Daniel sukses merebut dua gelar lainnya sejak reuni.
Sebelumnya, Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty untuk merebut gelar Thailand Open 2026 pada Mei lalu. Setelah itu, Leo/Daniel merebut gelar Taipei Open 2026 pada Agustus lalu usai mengalahkan Aaron Chia/Aaron Tai di final.
Sukses Leo/Daniel menjadi juara ganda putra Asian Games 2026 membuat Indonesia semakin kokoh dalam klasemen negara dengan medali emas ganda putra terbanyak dalam sejarah Asian Games. Total, Indonesia sudah sembilan kali juara ganda putra di Asian Games.
Selain itu, Leo/Daniel juga membuat ganda putra Indonesia kembali meraih medali emas di Asian Games setelah sejak Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara di Asian Games 2018.
"Kami menjaga pola permainan dan kami menjaga komunikasi. Kami juga terima kasih sudah dibantu dengan tim pendukung, suporter dan semuanya alhamdulillah berjalan lancar," ujar Leo usai pertandingan.
Ini menjadi medali emas ketiga Indonesia di Asian Games 2026. Sebelumnya, Indonesia merebut medali emas di beregu putra badminton dan angkat besi lewat Rahmat Erwin Abdullah.
(tim/har)