Dion Cools Sorot Kartu Merah Thom Haye dan Tensi Tinggi di SUGBK

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 07:45 WIB
Wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin (kiri) memberikan kartu merah kepada pesepak bola Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) saat melawan Timnas Malaysia pada pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senaya
Kapten Malaysia Dion Cools sorot kartu merah Thom Haye. (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapten Malaysia Dion Cools mengomentari kartu merah yang diterima Thom Haye dalam laga Timnas Indonesia versus Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9).

Timnas Indonesia harus main dengan 10 pemain usai Haye diusir keluar lapangan pada menit ke-34. Haye melanggar sayap kanan Malaysia, Arif Aiman, saat sedang menggiring bola di tengah lapangan. Saat hendak mengambil bola, kaki Haye menginjak kaki belakang pemain milik Johor Darul Ta'zim itu.

Semula Haye hanya dihukum kartu kuning, tetapi wasit membatalkan usai menerima revisi keputusan dari VAR. Lantas Haye terpaksa mandi lebih cepat dari rekan-rekannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itulah sepak bola. Saya belum melihat tayangan ulang insiden kartu merah tersebut, jadi saya tidak bisa menilai keputusan itu. Namun, pertandingan tetap berlangsung penuh rasa hormat," kata Dion usai laga.

"Tentu ada tensi yang memanas di lapangan, dan terkadang orang-orang ingin memandangnya lebih dramatis dari yang sebenarnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Dion menjelaskan wasit sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Menyoal pertandingan yang penuh gesekan antarpemain, menurut Dion itu hal wajar.

Pasalnya, rivalitas Indonesia dan Malaysia memang sudah terbangun sejak lama. Apalagi kedua tim juga tidak lama berjumpa setelah laga di Piala AFF 2020 yang dimainkan pada 2021 silam. Kala itu Indonesia menang telak 4-1.

"Menurut saya, pertandingan tadi berjalan wajar. Wasit telah bertugas dengan baik untuk menjaga emosi para pemain di lapangan, sehingga situasinya tidak sampai meluap lebih jauh," imbuh Dion.

[Gambas:Video CNN]

(akr/akr/jun)